Kepala Sekolah SMAN 1 Balinggi Bantah Tuduhan Maladministrasi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Bangunan Mushola dan Pura yang bersebelahan di dalam lingkungan SMAN 1 Balinggi merupakan simbol kerukunan dan toleransi antar umat beragama (foto : enos/asri_beritaformat.com)
Bangunan Mushola dan Pura yang bersebelahan di dalam lingkungan SMAN 1 Balinggi merupakan simbol kerukunan dan toleransi antar umat beragama (foto : enos/asri_beritaformat.com)

FORMAT PARIGIMOUTONG | Kepala Sekolah SMAN 1 Balinggi, Melkiades I Made Arianto, membantah tuduhan maladministrasi pengelolaan iuran siswa yang dilontarkan oleh Ketua Komite SMAN 1 Balinggi, Agus.

Di temui awak media di sebuah rumah makan di wilayah Balinggi, Melki sapaan akrabnya menyampaikan jika iuran tersebut dipergunakan untuk mengcover sejumlah bangunan di sekolah yang tidak tercover oleh Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

"Apa yang dituduhkan kepada saya itu kurang tepat. Selama ini, dana tersebut kita pergunakan untuk membangun tempat peribadatan (red_Pura dan Mushola), gapura, pos keamanan, perlengkapan Drumband dan lainnya," terang Melki kepada awak media, Sabtu (1/3/2025) pagi.

Beberapa waktu lalu, Melki mengaku juga sudah melakukan koordinasi dirumah Agus. Keduanya juga sudah saling memaafkan satu dengan yang lain atas miskomunikasi (red_salah faham) yang terjadi.

"Saya sudah bertemu dengan Ketua Komite dirumahnya, dan kami saling memaafkan sekaligus melakukan koordinasi lebih lanjut untuk kemajuan sekolah," imbuhnya.

Melki juga menegaskan bahwa, dirinya tidak pernah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi.

"Saya tegaskan sekali lagi, bahwa saya tidak pernah menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi. Semua iuran dari siswa murni kami pergunakan untuk memajukan pembangunan di sekolah, agar anak didik kami mampu berdaya saing dengan siswa sekolah lain," pungkas Melkiades. (Asri/Enos)