Preservasi Jalan Nasional Sulteng Capai 95%
FORMAT PALU | Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tengah, Dadi Muradi, ST., MT., mengungkapkan bahwa preservasi jalan nasional di Sulteng telah mencapai 95%.
Dadi, sapaan akrabnya, tak menampik bahwa dalam pengerjaan jalan nasional tersebut, terdapat kendala klasik seperti pembebasan lahan, pembiayaan, dan masalah topografi.
"Alhamdulillah, semua dapat diatasi berkat koordinasi yang dilakukan kepada seluruh elemen terkait," terangnya. Jum'at (17/1/2025).
Dadi menyampaikan, pihaknya akan fokus pada proyek strategis 2025.
"Fokus kami pada pelebaran Jl. Bungku Bahodopi, serta peningkatan Jl. Tagolu Tentena dan Tolai Sausu dan Preservasi Molosipat Lambunu, Mepanga Tinombo. Proyek ini akan dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2025 – 2026," jelas Dadi Muradi.
Dari 2.361 kilometer jalan nasional di Sulawesi Tengah, baru sekitar 60% yang memenuhi standar, sisanya 40% masih belum standar. Termasuk beberapa ruas jalan Trans Sulawesi.
"Kami akan terus meningkatkan kapasitas ruas jalan untuk meningkatkan kemantapan, kenyamanan, dan keamanan lalu lintas," ujar Dadi Muradi, Kepala BPJN Sulteng.
Jalan nasional sendiri merupakan jalan yang menghubungkan pusat kegiatan daerah, baik di provinsi maupun dengan Kabupaten. Sedangkan jalan provinsi menghubungkan dengan jalur Kabupaten.
"Yang membedakan di lapangan biasanya markanya. Untuk jalan Nasional, markanya berwarna kuning, jalan provinsi dan jalan Kabupaten berwarna putih," pungkasnya. (212)
Editor : Redaksi