Warga Desa Kedunglengkong Gelar Do'a Bersama di Makam Mbah Sentono Banjarsari
FORMAT MOJOKERTO | Kompleks pemakaman keramat ‘Mbah Sentono’, sejatinya ialah seorang panglima perang di era Kerajaan Mojopahit yang bernama Tumenggung Sukarto Widjoyono.
Tumenggung Sukarto Widjoyono merupakan pejuang yang pertama kali ‘Mbabah’ (red_menata) Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu menjadi daerah yang layak mukim.
Pada Minggu (1/12/2024), atau setiap awal bulan selalu diadakan rutinan do'a bersama. Kearifan lokal bernuansa Islami itu digelar di hamparan pendopo makam, bermaksud untuk memberikan do'a kebaikan agar sedekah jariyah yang dilakukan oleh warga sekitar, tidak sampai terputus kepada para leluhurnya yang telah tiada.
Turut hadir dalam acara, Kepala Desa (Kades) Kedunglengkong Asetyo Laksana Aprilia,S.IP., Kapolsek Dlanggu, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, pemuda dan warga.
Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Dlanggu menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Desa Kedunglengkong. Dimana, gelaran pemilukada yang baru saja dilaksanakan, tidak muncul gangguan kamtibmas diwilayah Kecamatan Dlanggu khususnya, di Desa Kedunglengkong.
"Alhamdulillah, hajat pemilukada di Kecamatan Dlanggu berjalan lancar, aman dan terkendali," ungkapnya.
Acara yang digelar sejak pagi dengan khataman qur'an hingga menjelang siang, ditutup dengan do'a dan ucapan syukur karena, makam ini hingga kini masih terawat dan semakin baik fasilitasnya. (Mashuri)
Editor : Redaksi