Stop Praktik Vote Buying Jadilah Pemilih Cerdas !

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Nukmanul Hakim, SH., aktivis pemerhati pemilu (foto : aswin_bsritaformat.com)
Nukmanul Hakim, SH., aktivis pemerhati pemilu (foto : aswin_bsritaformat.com)

FORMAT LUWU | Jelang Pilkada (27/11/2024). Kompetisi pemilu di Kabupaten Luwu semakin sengit, politik uang semakin rawan. Hajar serangan fajar Tolak Politik uang! 

Gaung tolak politk uang ini, disuarakan Nukmanul Hakim. SH., dirinya mengajak masyarakat Luwu agar cerdas dalam menentukan plihan kepala daerah, apa lagi calon yang menghalalkan Politik uang. 

Pria yang akrab disapa Ucup menegaskan bahwa, "Politik Uang" akan melahirkan pemimpin yang korup, kolusi dan nepotisme, yang akan terasa dampaknya selama lima tahun. Karena praktik pembelian suara atau pemanfaatan praktik uang dalam elektoral, bakal memicu praktik negatif pemenangnya. 

Ucup menjelaskan, "Serangan Fajar" adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai integritas, ketidak jujuran, ketidak adilan, dan tentunya  merusak marwah demokrasi generasi kedepan. 

Stop! Jika anda masih menunggu serangan fajar, artinya anda turut berkontribusi pada terbentuknya birokrasi yang buruk. Lebih jauh, anda juga menciptakan pemimpin Amoral. Maka stop serangan fajar! stop imbalan apapun yang mempengaruhi pemilihan. 

Praktik Vote Buying (red_politik uang) seperti itu tentu saja tidak dibenarkan secara moral. Serangan fajar akan menimbulkan benih-benih pemimpin yang korupsi, kolusi, dan nepotisme. Jadikan serangan fajar adalah praktik masa lalu, dan biarkan terkubur pada zaman sebelumnya. Bentuklah zaman sekarang dan kedepan dengan budaya baru. 

"Tentunya masyarakat sebagai elemen, merupakan kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. Pemilih perlu cerdas dalam menentukan pilihannya, jangan tergiur dengan politik uang. Pilihlah pemimpin yang benar-benar memiliki komitmen terhadap kemajuan pembangunan Kabupaten Luwu kedepannya," terang Ucup. Minggu (24/11/2024). 

"Mari kita sukseskan Pilkada Serentak ini dengan damai dan penuh rasa tanggung jawab. Jadilah pemilih yang berintegritas dan berkarakter karena, siapa tahu kelak Anda-lah pemimpin bangsa ini," pungkasnya.

Penulis : Nukmanul Hakim, SH.

Dirilis oleh redaksi beritaformat.com