Diduga Sodomi Puluhan Bocah Oknum Kades Dipolisikan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Gambar ilustrasi redaksi
Gambar ilustrasi redaksi

FORMAT PARIGIMOUTONG | Usai sejumlah keponakannya diduga menjadi korban kekerasan seksual, yang diduga dilakukan oleh YHL, oknum Kepala Desa (Kades) aktif di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigimoutong, Provinsi Sulawesi Tengah beberapa waktu lampau. 

Sugiarjo, Anggota Non Government Organisation (NGO) FORMAT, Korwil 6 Kecamatan di Kabupaten Parigimoutong, mengecam dan akan mengawal kasus ini hingga terduga pelaku dipenjarakan. 

"Saya, atas nama lembaga FORMAT, sudah mengawal kasus ini dari awal hingga pelaporan ke Polsek Moutong akan tetapi, dikarenakan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) kewenangan Polres Parigimoutong maka, Polsek Moutong masih melengkapi berkas, untuk pelimpahan laporan," tuturnya, Rabu (13/11/2024), usai mewawancarai korban, dirumah salah satu perangkat desa. 

Dari hasil pendalaman yang dilakukan Sugiarjo, sebanyak 5 orang keluarga diduga korban sodomi sudah melapor namun, Sugiarjo menduga, jumlah korban ±20 anak, yang rata-rata masih dibawah umur. 

"Diluar saya sebagai orang lembaga, diduga korban sodomi sebagian besar keponakan saya sendiri dan, masalah ini sudah menjadi polemik di masyarakat. Saat ini, masih ada 5 keluarga korban yang membuat laporan. Namun, dari penelusuran yang saya lakukan, ternyata diduga korban sodomi lebih dari 20 anak dibawah umur semua," jelasnya. 

Sugiarjo juga sudah melakukan kordinasi dengan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Parigimoutong, untuk mendapatkan pendampingan hukum bagi korban dan keluarganya. 

"Harapan kami sebagai keluarga korban, kasus ini harus diproses sesuai aturan perundang-undangan. Kami tidak ingin, penyakit ini menyebar luas dan memakan korban lagi dikalangan anak-anak," pungkasnya. 

Sebelumnya, kasus dugaan sodomi yang diduga dilakukan YHL, mencuat karena viralnya vidio aksi bejat YHL saat diduga meniduri seorang korban, yang diduga dilakukan dikamar YHL saat malam hari, yang sempat terekam salah satu Handphone korban. 

Menurut penuturan S, salah satu perangkat desa, dirinya mendapat informasi vidio viral aksi bejat yang dilakukan oleh YHL, dan langsung memanggil seluruh anak-anak, termasuk anak kandungnya yang juga diduga menjadi korban kebiadaban YHL. 

"Pada Sabtu (2/11) lalu, setelah tahu ada vidio viral, saya langsung panggil sejumlah korban, termasuk anak kandung saya sendiri. Disini, ± 7 anak diduga korban YHL. Begitu saya tanya satu persatu, mereka mengakui, termasuk anak yang ada dalam vidio tersebut," ungkapnya geram, saat ditemui awak media dirumahnya di hari yang sama. 

S juga menjelaskan, jika YHL masih baru menjabat sebagai Kades. 

"YHL baru ±2 tahun menjabat sebagai Kades," terangnya. 

Dirinya juga menerangkan, mayoritas korbannya anak-anak dibawah umur. Sebagai perangkat desa, yang sekaligus ayah salah satu korban, S tidak menerima atas kejadian ini. 

"Mayoritas diduga korban sodomi, adalah anak dibawah umur bahkan, masih ada yang SD. Apa yang diperbuat oknum Kades ini, saya sebagai orang tua tidak terima. Akan saya selesaikan melalui jalur hukum," tegasnya. 

5 anak dibawah umur, F, N, E, M dan Z saat ditanya awak media, senada mengiyakan kejadian yang menimpanya beberapa waktu lampau. 

"YHL mengiming-iming, imbalan uang 100 ribu rupiah, jika mau melayani perbuatan bejatnya," jawabnya senada. (Oas)