RENG TANI Farmer Community Berkunjung ke Kios Pupuk di Sragen
Sragen - Kabupaten Sragen di Provinsi Jawa Tengah memiliki luas wilayah 94.155 km2. Wilayah yang dipimpin oleh Ibu dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati ini terbagi menjadi 20 Kecamatan, 12 Kelurahan dan 196 Desa. Dari luas wilayah tersebut, luas lahan pertanian yang dipertahankan kurang lebih 42.390 hektar dengan jumlah petani 141.841 orang.
Selain padi, Sragen dikenal sebagai penghasil jagung, karet, tebu, dan buah-buahan. Total produksi beras tahun 2021 sebanyak 703.458 ton, naik dari tahun 2020 yang tercatat sebanyak 668.553 ton. Produksi padi tersebut menempatkan Kabupaten Sragen sebagai penghasil beras terbanyak di wilayah Solo Raya, kemudian di urutan kedua ialah Kabupaten Wonogiri dengan total produksi pada tahun 2021 sebanyak 233.468 ton dan pada tahun 2020 sebanyak 200.008 ton.
Urutan ketiga ialah Kabupaten Klaten dengan total produksi pada tahun 2021 sebanyak 222.969 ton, tahun sebelumnya sebanyak 194.953 ton. Urutan keempat ialah Kabupaten Sukoharjo dengan produksi beras di tahun 2020 sebanyak 178.716 ton dan meningkat pada tahun 2021 dengan total produksi sebesar 188.777 ton.
Selanjutnya ialah Kabupaten Boyolali, di tahun 2021 memproduksi beras sebanyak 164.554 ton, dan pada tahun 2020 total produksinya sebanyak 129.633 ton. Disusul Kabupaten Karanganyar pada tahun 2021 sebanyak 156.123 ton dan pada tahun 2020 sebanyak 148.453 ton.
Urutan terakhir ialah Kota Solo, produksi padinya pada tahun 2021 sebanyak 104 ton dan pada tahun 2020 sebanyak 139 ton.
Jika dibandingkan skala provinsi, Kabupaten Sragen menempati urutan ketiga dengan luas panen 108.953,93 hektar dan produksi padi 723.671,68 GKG (gabah kering giling). Urutan pertama ialah Kabupaten Grobogan yang memiliki luas panen seluas 131.929,86 ha, dan produksinya sebanyak 805.889,27 ton GKG. Di urutan kedua ialah Kabupaten Cilacap, dengan luas panen 117,296 hektar dan produksi sebanyak 761.121,16 ton GKG.
Secara nasional, daerah yang menjadi lumbung padi terbesar se-Indonesia adalah Kabupaten Indramayu yang memiliki luas panen padi 226.626 ha) dan diperoleh produksi padi sebanyak 1.363.312 ton GKG atau setara dengan 782.132 ton beras. Kabupaten Grobogan dan Cilacap masing-masing menepati urutan ketujuh dan kedelapan. Lalu Kabupaten Sragen ada di urutan kesebelas setelah Kabupaten Bone dan Kabupaten Bojonegoro.
Berdasarkan harga pembelian pemerintah (HPP), untuk gabah kering panen dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 25�n kadar hampa/kotoran paling tinggi 10% harganya sebesar Rp 4.200/kg atau Rp4.250/kg di penggilingan padi.
Kemudian pembelian gabah kering giling dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14�n kadar hampa/kotoran paling tinggi 3% sebesar Rp 5.250,00/kg di penggilingan atau Rp 5.300,00/kg di gudang Perum Bulog.
Selanjutnya harga pembelian beras dalam negeri dengan kualitas kadar air paling tinggi 14%, butir patah paling tinggi 20% kadar menir paling tinggi 2%, dan derajat sosoh paling sedikit 95% sebesar Rp 8.300/kg di gudang Perum Bulog.
Besarnya potensi pertanian di Kabupaten Sragen tersebut menginisiasi RENG TANI Farmer Community bersama dengan Tim PT Empat Lima Nuswantoro berkunjung ke Sragen untuk meninjau ketersediaan pupuk di beberapa agen. Salah satu agen pupuk yang dikunjungi ialah Toko Pertanian “Putra Tani”, beralamat di Desa Lemah Bang RT 02 RW 01, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.
Di Toko Pertanian “Putra Tani”, menyediakan beragam merk pupuk, bibit, obat-obatan pertanian, dan alat pertanian. Toko Pertanian “Putra Tani” merupakan salah satu toko pertanian terlengkap di Kabupaten Sragen.
Petani di Kabupaten Sragen tak perlu khawatir terhadap kekurangan pupuk, karena di Toko Pertanian “Putra Tani” selalu tersedia pupuk, dari pupuk cair, agen hayati, pupuk granul, dan berbagai merk pupuk lainnya. (did)
Editor : Redaksi