Potret Ruas Tomua - Muu Mayat Digendong Yang Sakit Terganjal Batu Menjerit

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Dua bocah sedang asyik bermain batu ditengah ruas jalan Tomua - Muu yang tak kunjung mendapat perhatian pemerintah (foto : ono_beritaformat.com)
Dua bocah sedang asyik bermain batu ditengah ruas jalan Tomua - Muu yang tak kunjung mendapat perhatian pemerintah (foto : ono_beritaformat.com)

FORMAT SIGI | Kurangnya perhatian Pemerintah Kabupaten Sigi pada sejumlah ruas jalan yang rusak bertahun-tahun, mendapatkan protes dari warga yang selama ini mengalami kendala. 

Kerusakan yang tak kunjung mendapat perhatian ini, mengakibatkan terhambatnya roda perekonomian, keamanan dan kesehatan, hingga warga yang meninggal pun, seakan ingin hidup lagi saat dibawa melintas di jalan yang menghubungkan Desa Tomua dan Desa Muu, Kecamatan Pipikoro. 

Kekosongan anggaran, menjadi alasan klasik pejabat kuasa pengguna anggaran hingga, tidak bisa melakukan perbaikan ruas tersebut. 

Ruas Tomua - Muu, terlihat banyak bebatuan dan lubang seakan, siap  menguji nyali pengguna jalan. Bagi yang ahli seperti, pembalap motor cross mungkin ini sebuah tantangan yang mudah ditaklukkan. Namun bagi yang awam, tak sedikit yang jatuh terjerembab oleh medan yang terlalu berat. 

Ramli, warga Desa Muu menuturkan, dirinya memohon kepada pemerintah agar, segera membantu masyarakat, dengan melakukan perbaikan pada ruas tersebut. 

"Kami sebagai warga negara Indonesia, yang berdomisili di Desa Muu memohon sekali kepada, Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Sigi agar, diperhatikan akses jalan Tomua-Muu, yang sudah bertahun-tahun rusak dan sangat mengganggu aktivitas kami," ungkapnya, Sabtu (2/11/2024). 

Kasihan rakyat kecil, lanjut Ramli, "kami mencari nafkah untuk menghidupi anak istri dan, setiap saat melintas jalanan bebatuan tersebut. Seperti tidak ada perhatian serius dari pemerintah," imbuhnya, sambil menitiskan air mata penuh harap didepan awak media. 

Ditempat yang sama, hal senada disampaikan Ellizabet, warga Desa Tomua, dirinya juga berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan pada ruas Tomua-Muu. 

"Warga sangat berharap, ada kepastian dan kejelasan dari pemerintah, agar akses jalanan Desa Tomua menuju Desa Muu segera ada perbaikan," tandasnya. 

Lanjut Ellizabet, "ketika ada orang sakit kasihan benar, sungguh menyiksa. Juga ketika kami ada saudara atau keluarga yang meninggal, mayatnya diusung hanya mengendarai sepeda motor sambil digendong. Sudah sering masuk media sosial namun, tidak ada tanggapan serius dari pemerintah," pungkasnya. (Ono)