GAM Luwu Raya : Tolak Pelantikan Presiden RI
FORMAT PALOPO | Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya, menggelar aksi unjuk rasa di Jl. Andi Djemma, tepatnya di lampu merah depan Kantor Wali Kota Palopo. Minggu (20/10/2024).
Aksi tersebut, menolak pelantikan Presiden RI Prabowo Subianto, jika tidak mampu menjadi representatif masyarakat karena, mereka menilai Presiden periode sebelumnya, banyak meninggalkan cacatan buruk buat bangsa.
Dalam aksinya, mahasiswa pengunjuk rasa membakar ban mobil bekas, dan membentangkan spanduk yang bertuliskan grand isu “TOLAK PELANTIKAN PRESIDEN-RI” dan pataka bertuliskan 'Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM, Tuntaskan Kasus Korupsi Dan Tuntaskan Konflik Agraria'.
Jendral Lapangan, Reza94M, dalam orasinya menyampaikan, “Pemerintahan yang baru harus paham tupoksi kerja. Karena, melihat realita hari ini pemerintah hanya kebanyakan menampung aspirasi partai politiknya, bukan lagi aspirasi masyarakat. Bahkan, pemerintah kebanyakan berafiliasi untuk melegalkan kepentingan politik kekuasaan sehingga, fungsi pengawasannya dibarter dengan kepentingan bersama," terangnya.
Lanjut Resa94m, “kami juga mendesak kepada anggota Pemerintahan yang baru, untuk membatalkan seluruh RUU dan UU yang kontroversial dan banyak mengandung kepentingan politik kekuasaan, yang dapat mengancam demokrasi dan merugikan masyarakat banyak. Anggota Pemerintah yang baru harus waras di banding Pemerintah sebelumnya karena, masih banyak RUU yang sifatnya urgen dan pro rakyat yang harus di bahas dan disahkan secepatnya seperti, RUU Perampasan Aset, bukan RUU yang banyak mengandung kepentingan politik kekuasaan," ujar Resa94M.
Made Budhi94M, yang kerap disapa Unding94M menambahkan, GAM LUWU RAYA dalam gerakannya ingin memastikan bahwa, demokrasi harus tetap diperjuangkan agar Indonesia lebih baik kedepannya.
"Maka dari itu, kita mengawal dan memastikan secercah harapan akan demokrasi yang lebih baik kedepannya,” tutup Wajenlap. (Boed/Aswin)
Editor : Redaksi