PT Minarta Dutahutama Gelar Tasyakuran Usai Pengerjaan Intake Air Baku Poboya

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Salah satu proyek pekerjaan Intake Air Baku Poboya yang di kerjakan PT. Minarta Dutahutama yang sudah mencapai progres 100% (foto : ono_beritaformat.com)
Salah satu proyek pekerjaan Intake Air Baku Poboya yang di kerjakan PT. Minarta Dutahutama yang sudah mencapai progres 100% (foto : ono_beritaformat.com)

FORMAT PALU | PT. Minarta Dutahutama gelar tasyakuran sebagai wujud syukur atas selesainya pembangunan Intake Air Baku Poboya dalam paket pekerjaan Works For Huntap Tondo Raw Water, Palu, Sulawesi Tengah. 

Di kutip dari laman web mediacentral.info, acara tersebut dihadiri oleh tim pelaksana PT. Minarta Dutahutama dari Balai Wilayah Sungai (BWS) 3, sebagai owner. Seluruh tamu undangan nampak menikmati suasana keakraban dan udara yang sejuk sambil menikmati hidangan yang telah tersaji, Kamis (10/10/2024). 

Banyak kenangan suka duka dalam pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut namun, itu semua bisa di lewati oleh tim pelaksana PT. Minarta Dutahutama yang solid. PT. Minarta Dutahutama mengutamakan asas manfaat bagi masyarakat dimana, proyek tersebut selesai dibangun sesuai target waktu dan mutu yang sudah direncanakan. 

Satya, Project Manager (PM) PT. Minarta Dutahutama, saat dikonfirmasi awak media melalui nomor Whatsapp pribadinya menyampaikan, "saya selaku kepala proyek mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim pelaksana PT. Minarta Dutahumata atas, perjuangan tak kenal lelah, melaksanakan pengerjaan dengan baik dan selaku kompak," ungkap Satya. 

"Saya juga berharap, proyek ini dapat bermanfaat untuk masyarakat agar, bisa terjaga kontinuitas dan kwalitas airnya," imbuhnya. 

Masih kata Satya, "target volume air baku sampai ke WTP (Water Treatment Plan) di Gedung IPA (Instalasi Pengolahan Air) di dalam kontrak, dibutuhkan 66 liter/detik. Kita bisa lihat serta memastikan, volume meter masuk air perdetik yang dihasilkan saat ini, bisa sampai diatas 100 liter/detik. Bahkan, 10 tahun kedepan mampu memberikan debit air yang akan dibutuhkan dengan catatan, bisa dijaga bersama sama keutuhan pohon-pohon diarea hulu sungai," pungkasnya. (Ono)