Permudah Mobilisasi Panen Warga Pemdes Ogorandu Perlebar Plat Deker

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Perangkat dan Sekdes Ogorandu bergotong royong perlebar plat deker untuk memudahkan mobilisasi hasil panen pertanian warga (foto : asri_beritaformat.com)
Perangkat dan Sekdes Ogorandu bergotong royong perlebar plat deker untuk memudahkan mobilisasi hasil panen pertanian warga (foto : asri_beritaformat.com)

FORMAT PARIMO | Pemerintah Desa Ogorandu, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, melaksanakan pelebaran plat deker pada sisi kanan dan kiri, untuk menyesuaikan lebar jalan yang mengalami peningkatan volume usai dibangunnya talud. 

Hal ini dilakukan agar, plat deker mempunyai lebar yang sama dengan jalan. Yang mana, lebar plat deker awal ketika di bangun pada 2016 lalu hanya 4 meter. Kini, usai diperlebar menjadi 6 meter. Sehingga, lebih banyak manfaat untuk akses transportasi kendaraan roda empat yang memuat hasil panen warga. 

Pembelian material bangunan, besi, pasir, dan semen, dilakukan secara swadaya oleh perangkat desa dan Sekdes Ogorandu. Bahkan, mereka pun rela tidak di upah. 

Dodi, Sekdes Ogorandu menyampaikan, untuk talud yang baru saja dibangun menggunakan Dana Desa (DD) TA.2024 sebesar 93 juta rupiah, mencapai total volume panjang 103 meter. 

"Seiring berjalannya waktu, kita bangun talud sepanjang total 103 meter sehingga, jalan mengikuti pelebaran secara otomatis menjadi 5,5 meter. Untuk plat deker, kita lakukan penambahan volume di sisi kanan kiri masing-masing 1 meter. Sehingga, plat deker menjadi 6 meter dan, nampak estetika bangunannya usai dikerjakan," terangnya. 

"Alhamdulillah, tidak ada tarikan apapun ketika kita melebarkan plat deker. Ini murni swadaya kami sebagai perangkat desa. Kami ingin, desa kami semakin maju dalam pembangunan infrastruktur sehingga, manfaatnya bisa langsung dirasakan warga," imbuh Dodi, Senin (7/10/2024). 

I Wayan, Kaur Perencanaan Desa Ogorandu menyampaikan hal senada. "Pelebaran plat deker bertujuan agar, mobil bisa putar balik karena, tadinya sangat sempit sekali sehingga, mobil muatan hasil panen warga tidak bisa putar balik. Disamping itu, untuk mengimbangi lebar jalan pasca dibangun talud," terangnya. (Asri)