Pasca Menjadi Juara Umum SMPN 6 Tuai Protes Dari SMPN 1 Bolano Lambunu
FORMAT PARIMO | Beredar vidio di rell akun Facebook SMPN 1 (Spensa), Bolano Lambunu, yang sudah dilihat ribuan netizen berisi, protes siswa Spensa menolak keputusan juri dalam kegiatan lomba Paraga 4, tahun 2024 yang di anggap tidak adil dan, tidak sesuai Dasa Dharma Pramuka terkait perhitungan poin, yang tidak pernah dibahas dalam breafing.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Bolano Lambunu membenarkan adanya protes dari siswa siswinya yang menjadi peserta, pada kegiatan lomba Pramuka tanggal (11/8) lalu, yang dilaksanakan selama 4 hari di Desa Tirta Nagaya, Kecamatan Bolano Lambunu.
"Seharusnya setiap tahun harus di sosialisakan jika, perhitungan juara umum lomba paraga 1, 2 hingga paraga 4, dinilai dengan sistim poin namun, setelah ditetapkan juara umum, baru dijelaskan jika penilaian berdasarkan sistem poin," ungkapnya.
Terpisah, Basor, salah satu pengurus harian di satuan organisasi gerakan Pramuka tingkat kecamatan (Kuwaran), membenarkan adanya vidio protes dari siswa siswi SMPN 1 Bolano Lambunu.
"Penetapan juara itu sudah benar namun, persoalannya tidak di sampaikan kriteria penilaian juara umum. Berdasarkan lomba paraga, 1, 2, 3 itu, sudah di lakukan penilaian sistem poin. Kebetulan paraga 1, 2 dan 3 mendapatkan medali emas dan poinnya banyak jadi, tidak ada yg protes," terangnya.
Masih Basor, "kejadian kemarin pada lomba paraga 4, tidak ada penyampaian untuk juara umum karena, penilaiannya sistem poin. SMPN 1 Bolano Lambunu mendapatkan 7 medali emas akan tetapi, ada beberapa poin yang tidak mereka (SMPN 1) dapatkan sehingga, SMPN 6 meskipun mendapatkan 5 medali emas mereka (SMPN 6), mendapatkan poin tertinggi sehingga, berhak atas piala juara umum," imbuh Basor.
Basor mengakui jika, ini murni miskomunikasi antara panitia dan peserta sehingga, terjadi protes keras dari siswa siswi yang kecewa atas hasil lomba paraga, utamanya SMPN 1 Bolano Lambunu.
"Saya dan pak Misdi sebagai ketua Kuwaran sudah menemui dan berkomunikasi dengan kepala sekolah SMPN 1 Bolano Lambunu. Mereka tetap merasa tidak puas dan, berharap agar kedepan, jangan sampai terulang kembali," imbuh Basor.
"Kami sebagai Kuwaran merasa keliru dan, panitia sudah mengakui kesalahannya karena, lupa menyampaikan pada teknikal meeting," pungkasnya.
Pada kesempatan berbeda, saat dihubungi awak media melalui nomor telepon seluler pribadinya, Misdi, Kepala Kuwaran, Korwil Kecamatan Bolano Lambunu menyampaikan, miskomunikasi tersebut sudah terselesaikan dengan pihak sekolah ketika, dirinya bertemu dan bertatap muka langsung dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Bolano Lambunu pada, Jum'at (16/8) lalu.
"Alhamdulillah sudah selesai, tidak ada masalah. Kalau masalah vidio masih tayang dan beredar berarti, Kepala Sekolahnya tidak konsekuen. Kebetulan saya baru menjabat dan, saya pribadi tidak tahu yang dipermasalahkan apa namun, Jum'at lalu sudah terklarifikasi dengan yang bersangkutan (Kepala Sekolah) dan, masalahnya sudah clear (selesai)," pungkas Misdi, Sabtu (17/8/2024). (Asri)
Editor : Redaksi