Pasca Banjir Bandang Warga Gorontalo Mengalami Gangguan Kesehatan

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Kondisi lumpur yang sudah mengering pasca banjir bandang yang merendam permukiman warga Kelurahan Tolumolo (zhan/asri_beritaformat.com)
Kondisi lumpur yang sudah mengering pasca banjir bandang yang merendam permukiman warga Kelurahan Tolumolo (zhan/asri_beritaformat.com)

FORMAT GORONTALO | Banjir bandang dan longsor yang melumpuhkan aktivitas Kota Gorontalo sejak 10 Juli 2024 lalu, masih menyisakan sejumlah titik genangan air dan lumpur yang mulai mengering di jalan permukiman warga. 

Penelusuran awak media kali ini berlokasi di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, tepatnya di RT 002 RW 02, terlihat di jalan permukiman, menumpuk sisa lumpur yang mengering dan sedang dibersihkan warga, Minggu (14/7/2024). 

Salah seorang warga, mengeluhkan penanganan pasca banjir oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, yang dinilai masih kurang maksimal (red_belum menyeluruh). 

Tasya, saat ditemui awak media dirumahnya menerangkan, banjir sejak (10/7) lalu, sempat merendam rumahnya setinggi mata kaki. 

"Air masuk ke rumah kita setinggi mata kaki, dan merendam perabotan rumah. Sehingga, almari kita pun mengalami kerusakan," terangnya. 

Hal senada disampaikan oleh Hariani Rajak, Ketua RT 002 RW 02, Kelurahan Talumolo. Banjir yang ke empat ini, akibat luapan sungai Bone dan bandang dari gunung yang membawa material lumpur, kayu dan sampah dedaunan. 

"Kalau di wilayah kami, dampaknya tidak terlalu parah. Yang parah ada di RW 01 dan RW 05. Kebanyakan rumah warga rusak dan ratusan ayam mati akibat tergenang air bercampur lumpur," ungkapnya. 

Lanjut Hariani, Pemkot sudah mengerahkan sejumlah alat berat untuk membersihkan saluran air, yang tersumbat sampah dan lumpur. 

"Saat ini Pemkot Gorontalo sudah menurunkan alat berat untuk melakukan pembersihan, dan diwilayah sini kerusakan hanya pada rumah-rumah warga. Tidak ada korban jiwa namun, pasca banjir banyak warga kita yang terkena influensa dan gatal-gatal," terang Harini. 

Ketika awak media melakukan perjalanan arah balik ke Palu, nampak beberapa ruas jalan Kota Gorontalo masih tersisa genangan setinggi ±30cm sehingga, kendaraan yang melintas, berjalan perlahan agar tidak terjadi kecelakaan. (Asri/Zhan)