Pentingnya Pertanian Organik Menuju Makanan Lebih Sehat dan Lingkungan yang Berkelanjutan

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Penulis merupakan mahasiswi semester II program diploma agribisnis UIN Syarif Hidatullah Jakarta (foto : penulis/redaksi_beritaformat.com)
Penulis merupakan mahasiswi semester II program diploma agribisnis UIN Syarif Hidatullah Jakarta (foto : penulis/redaksi_beritaformat.com)

OPINI | Rabu (26/6/2024)

Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang menekankan penggunaan bahan alami, dan menjaga ekosistem seimbang dalam proses produksi pangan. Pertanian organik menjadi semakin signifikan dalam usaha membangun sistem pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. Pendekatan ini menekankan praktik-praktik tanpa menggunakan pestisida sintetis, pupuk kimia, atau organisme hasil rekayasa genetika. Sebagai gantinya, petani organik mengadopsi penggunaan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit secara alami, serta menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan lainnya. Fokus dari pertaniaan organik ini adalah memanfaatkan sumber daya alam dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Pertanian organik memiliki beberapa prinsip dasar yang penting. Pertama, kesehatan dan kesuburan tanah menjadi fokus utama, dengan petani menghindari bahan kimia sintetis dan menggunakan pupuk organik dari sisa tumbuhan, hewan, atau kompos. Kedua, pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara alami, termasuk pemanfaatan predator alami, jaring insektisida, dan bahan organik untuk memperkuat tanaman. Ketiga, pemilihan varietas tanaman yang tahan hama dan penyakit adalah prioritas, mengurangi kebutuhan bahan kimia dan meningkatkan keberlanjutan. Keempat, rotasi tanaman mencegah kelelahan tanah, memperbaiki strukturnya, dan mengurangi risiko hama dan penyakit. Kelima, pupuk organik mendukung keseimbangan ekosistem tanah, berasal dari sumber alami seperti kompos. Prinsip-prinsip ini menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan sehat bagi manusia dan alam. Keunggulan utama pertanian organik termasuk pengurangan risiko kesehatan manusia dan lingkungan, serta meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi penyimpanan air. Selain itu, pendekatan ini mengurangi paparan pestisida bagi petani dan konsumen. 

Ada beberapa manfaat utama dari konsep pertanian berkelanjutan. Pertama, pertanian organik menghasilkan makanan yang lebih sehat. Karena tidak ada penggunaan bahan kimia sintetis, hasil pertanian organik cenderung lebih sehat dan tidak mengandung residu bahan kimia berbahaya. Konsumen dapat menikmati produk pertanian yang bebas dari zat-zat kimia yang berpotensi merugikan kesehatan, sehingga mendukung gaya hidup yang lebih sehat. Kedua, pertanian organik berperan penting dalam pemeliharaan lingkungan. Dengan menggunakan bahan alami, pertanian organik membantu menjaga keseimbangan alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penggunaan pupuk dan pestisida alami mengurangi kerusakan tanah dan air, menjaga kualitas ekosistem, dan mendukung keanekaragaman hayati. Ketiga, kebijakan pertanian yang berkelanjutan merupakan pilar utama dari pertanian organik. Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, pertanian organik mendukung sistem pertanian yang dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Ini berarti bahwa praktik pertanian yang dilakukan tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus menikmati manfaat dari tanah yang subur dan lingkungan yang sehat. Keempat, aspek ekonomi yang berkelanjutan juga menjadi keuntungan dari pertanian organik. Produk organik sering kali memiliki harga yang lebih tinggi di pasaran, memberikan peluang ekonomi bagi petani. Dengan adanya permintaan yang terus meningkat untuk produk-produk organik, petani dapat menikmati keuntungan finansial yang lebih baik. Selain itu, praktik pertanian yang berkelanjutan dapat mengurangi biaya jangka panjang terkait penggunaan bahan kimia dan perbaikan lahan, sehingga meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani.

Secara keseluruhan, konsep pertanian berkelanjutan membawa banyak manfaat baik bagi kesehatan manusia, lingkungan, kebijakan pertanian, dan ekonomi, menjadikannya pilihan yang lebih baik dan berkelanjutan untuk masa depan.Salah satu hambatan utama dalam pengembangan pertanian organik secara luas adalah produktivitas yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan pertanian konvensional. Tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis dan pestisida, pertanian organik memerlukan upaya dan perencanaan yang lebih intensif untuk menjaga hasil yang memadai. Meskipun demikian, dengan menerapkan praktik seperti rotasi tanaman, pengendalian hama alami, dan penggunaan pupuk organik, produktivitas pertanian organik dapat ditingkatkan.

Tantangan lainnya adalah akses pasar dan persaingan harga. Produk pertanian organik sering kali memiliki harga yang lebih tinggi daripada produk konvensional, meskipun ini mencerminkan biaya produksi yang lebih tinggi dan upaya petani dalam menerapkan praktik organik. Namun, harga yang lebih tinggi ini dapat menjadi kendala bagi konsumen yang lebih memperhatikan faktor harga. Oleh karena itu, pendidikan, promosi tentang manfaat pertanian organik, dan dukungan kebijakan yang sesuai menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan pasar produk organik.

Pertanian organik melibatkan berbagai pihak yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan sistem tersebut. Petani organik adalah individu yang terlibat langsung dalam praktik pertanian organik dengan tugas utama memproduksi pangan organik sesuai dengan prinsip-prinsip pertanian organik. Konsumen juga memainkan peran penting dengan membeli produk organik, yang mendukung pertanian organik dan meningkatkan permintaan. Organisasi pertanian organik berkontribusi dengan menyediakan bimbingan, pelatihan, dan dukungan bagi petani serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat pertanian organik. Selain itu, pemerintah berperan dalam mengatur pertanian organik sesuai standar yang ditetapkan, serta memberikan insentif dan dukungan finansial bagi petani organik.Dalam rangka memperluas pertanian organik, kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, petani, dan konsumen sangat penting. Pemerintah dapat memberikan insentif dan dukungan kebijakan untuk petani yang beralih ke pertanian organik. Lembaga penelitian dapat melakukan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan metode pertanian organik dan memecahkan tantangan yang terkait. Sementara itu, konsumen dapat mendukung pertanian organik dengan memilih produk organik, meningkatkan permintaan, dan memberikan umpan balik kepada petani dan produsen.

Pertanian organik memiliki peran penting dalam menghasilkan pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis yang berisiko, pertanian organik menjamin keamanan pangan yang dihasilkan serta menghindari dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Seiring dengan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap pentingnya asupan makanan yang sehat, permintaan terhadap produk organik terus meningkat. Selain itu, pertanian organik juga berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan keseimbangan ekosistem.

Saat ini konsumsi pangan organik telah menjadi gaya hidup, karena meningkatnya kesadaran masyarakat atas kesehatan terlebih setelah adanya pandemi covid-19 dan perubahan iklim secara ekstrem. Atas dasar itulah badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian atau BPPSDMP.  Kementerian Pertanian melalui program  mengembangkan pertanian organik salah satunya di Kabupaten Kolaka, melalui kegiatan ini petani dilatih dan dibimbing untuk membuat pupuk kompos dan pestisida dari bahan-bahan alami secara mandiri petani sangat antusias dan senang karena mereka mampu meningkatkan produktivitas komoditas yang sedang diusahakan tanpa perlu lagi bergantung dari bahan-bahan kimia. Program ini berjalan sesuai yang diharapkan oleh para petani, salah satunya di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara  dalam menyediakan pangan yang sehat.

Pertanian organik merupakan pilar utama dalam menjamin ketersediaan pangan yang sehat dan berkelanjutan. Tanpa penggunaan bahan kimia sintetis, produk pertanian organik aman untuk dikonsumsi dan tidak merusak lingkungan. Dukungan dari pemerintah, organisasi pertanian, petani, dan konsumen sangat penting dalam memperluas praktik pertanian organik. Melalui kolaborasi yang solid antara semua pihak terkait, pertanian organik dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga kesehatan manusia dan lingkungan serta memenuhi permintaan akan pangan yang berkualitas.