Kades Nunurantai Paparkan Realisasi ADD, DD T.A 2024 dan Susun RKPDes 2025
FORMAT PARIMO | Dalam rangka monitoring realisasi ADD (Anggaran Dana Desa) dan DD (Dana Desa) tahap I T.A 2024, Pemerintah Desa (Pemdes) Nunurantai, Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigimoutong, Provinsi Sulawesi Tengah, melaksanakan Rembuk Stunting tahun 2024, serta penyusunan RKPDes (Rencana Kerja Pembangunan Desa) tahun 2025.
Rapat yang dilaksanakan dibalai Desa Nunurantai, turut dihadiri Zein, SE., Camat Taopa beserta jajaran, Kepala Puskesmas (Kapus) Taopa bersama staf, Kades Nunurantai, dan Tokoh Masyarakat (Tomas) Desa Nunurantai.
Selaku penanggung jawab penggunaan ADD dan DD, Kades Nunurantai memaparkan realisasi anggaran tahap satu (I) T.A 2024, sekaligus berharap, agar ada sinergitas antara Pemdes dan Masyarakat untuk memajukan pembangunan dan menjaga kondusifitas wilayah menjelang pemilihan Eksekutif.
"Saya mengajak seluruh masyarakat desa, saling berpadu untuk berkontribusi dalam penggunaan anggaran, dan sama-sama meningkatkan keamanan, serta menjaga kondusifitas wilayah, menjelang, pada saat dan sesudah Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) Bupati dan Gubernur," himbaunya, Jum'at (14/6/2024).
Zein, Camat Taopa, juga berharap agar ada sinergitas, baik dari lembaga desa maupun masyarakat, agar Desa Nunurantai menjadi desa yang maju.
"Kepada BPD (Badan Permusyawaratan Desa), Tomas dan seluruh komponen masyarakat, agar bahu membahu meningkatkan level desa, dari desa berkembang ke desa maju. Disitu perlunya peranan masyarakat desa," ungkapnya.
Pada pemaparan masalah kesehatan ibu dan Balita, Bidan Desa Nunurantai menguraikan sejumlah permasalahan stunting dan penyakit akibat cuaca.
"Untuk angka balita stunting dan gizi buruk di Desa Nunurantai masih tergolong tinggi, dan perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah melalui program penanganan stunting. Agar terhindar dari demam berdarah dan infuenza, kami menghimbau agar warga bisa meningkatkan pola asuh anak yang sehat. Hal ini dilakukan agar, pada cuaca tidak menentu dan curah hujan yang tinggi, bisa terhindar dari penyakit endemi," pungkasnya. (Asri)
Editor : Redaksi