Asosiasi Muda Jawa Timur Gelar Diskusi dan Buka Puasa Bersama
FORMAT MOJOKERTO | Pasca Pemilu 2024, yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 lalu. Masih banyak menyisahkan persoalan dan jejak sejarah persaingan dalam kontestasi lima tahunan tersebut.
Hal ini menggugah semangat Gen Z untuk merapatkan barisan, menyongsong Indonesia dengan pemerintahan baru yang sudah terpilih secara terbuka melalui Pilpres.
Mengusung tema 'Mewujudkan Indonesia Damai Pasca Pemilu 2024', dengan sub tema 'Menuju Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi di Jawa Timur. Para pemuda yang tergabung dalam Asosiasi Muda Jawa Timur, menggelar diskusi dan buka puasa bersama, yang bertempat di RM. Sri Rejeki, Desa Karangasem, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jum'at (5/4/2024) sore.
Tuan rumah acara, Kepala Desa Karangasem, Sucipto,SH.,MH., merasa bangga dengan kegiatan yang diadakan oleh generasi muda tersebut.
"Rekan muda pada hari ini akan mandapatkan banyak materi dari senior, Mustiko Romadhoni Putro Widodo, SH.,MH., yang mempunyai banyak pengalaman untuk di aplikasikan, dalam menyongsong percepatan pertumbuhan ekonomi dan investasi di Jawa Timur," ungkap Cipto mengawali sambutannya.
Lanjut Cipto, sapaan akrab Kades Karangasem yang juga mempunyai usaha kolam pancing dan kuliner tersebut menyampaikan, "jangan sia-siakan kesempatan baik ini untuk menambah wawasan, dan membuka mindshet, agar rekan muda sekalian mempunyai skill dalam persaingan yang serba digital hari ini," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Mustiko Romadhoni Putro Widodo, SH.,MH., yang juga menjadi staf Bawaslu Kabupaten Mojokerto, menyampaikan beberapa materi terkait kondisi investasi pasca Pemilu 2024.
"Kita semua mengetahui, jika pasca Pilpres, masih banyak gugatan dan perselisihan terkait hasil Pemilu. Oleh karenanya, para investor masih enggan berinvestasi di negara, maupun daerah kita (Mojokerto). Hal ini disebabkan belum stabilnya kondisi politik yang ada di Indonesia," ungkapnya.
Mustiko, sapaan akrabnya, juga mengajak masyarakat agar bisa rukun dan merajut kembali persaudaraan. Melebur perbedaan pilihan politik, dan kembali membangun bangsa bersama.
"Biarkan mereka yang disana (Jakarta), berdebat mencari keadilannya. Kita yang ada dibawah (masyarakat akar rumput), jangan sampai terpecah belah pasca Pemilu 2024. Mari kita sadar, bahwa kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan," tegasnya.
Menutup materi, Mustiko memberikan contoh salah satu desa, diluar Mojokerto yang sudah maju, kepada karang taruna, lembaga, serta ibu-ibu yang hadir dalam diskusi dan buka puasa bersama.
"Mari kita contoh salah satu desa di Kabupaten Bondowoso, ada desa Digital, ada desa Youtuber. Saya mempunyai keinginan, di Mojokerto yang terkenal sebagai kota onde-onde. Kita ingin ada kampung onde-onde yang memproduksi jajanan khas tersebut. Ini adalah contoh, dampak dari Pemilu damai, yang memberikan peningkatan ekonomi di desa. Kita harus cerdas menangkap situasi dan peluang hari ini, tidak ada kata susah mencari uang, yang susah adalah merubah maindset kita sendiri," pungkasnya. (Hartono)
Editor : Redaksi