Salah Sasaran Walimurid Pukul Siswa SD Karena Kalab
FORMAT PARIMO | Salah pukul pada siswa SD yang dilakukan oleh salah seorang walimurid inisial A, yang kesal karena anaknya sering di bully di sekolahnya, berujung pelaporan ke pihak berwajib oleh orang tua korban.
Salah pukul yang di lakukan oleh A, orang tua dari AF (8) siswi kelas 1 SD Impres Bajo, Desa Bajo, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, pada (5/3) lalu, dilakukan karena kesal. Setiap pulang sekolah, anaknya menangis akibat bullying yang diduga dilakukan teman sekolahnya.
Dari pengakuan nenek dan ibu kandungnya, cucu/anaknya tiap pulang sekolah menangis, kejadian tersebut sudah sering kali di sampaikan ke pihak sekolah. Namun, tidak pernah ada tanggapan maupun tindakan dari guru di sekolah tersebut.
"Kejadian ini akibat kekesalan ayahnya yang jauh hari sudah lapor kepada gurunya, namun tidak ada tindakan. Sehingga, ayahnya kalab dan mendatangi sekolah tersebut, lalu memukul salah satu siswa yang diduga melakukan bullying kepada anaknya," terang Neneknya.
Di tempat terpisah, orang tua IB siswa kelas 3, menyampaikan, "saat anak kami di sekolah, tiba-tiba A memukul anak kami. Dengan alasan, anaknya di bully. Namun salah sasaran. Atas kejadian itu, kami laporkan A ke pihak berwajib," jelasnya.
Menanggapi permasalahan yang ada di sekolahnya, Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Bajo, Suci Rahayu, S.Pd.SD., M.Pd., menjelaskan, kejadian pada Selasa (5/3) lalu, sudah kami konfirmasi. Orang tua pelaku, Nenek dan orang tua korban menyampaikan permintaan maaf. Rabu, (20/3/2024).
"Sejak menjabat sebagai Kepsek lima bulan lalu, saya belum pernah menerima laporan apapun. Jangankan laporan, jika saya melihat anak - anak berkelahi meskipun sebatas main - main, langsung saya respon dan ambil tindakan tegas," terangnya.
Lanjut Suci, "dari pengakuan Neneknya, AF sudah menjadi korban bullying sejak 7 bulan lalu, ketika itu saya belum bertugas disini. Namun, sudah dilaporkan ke salah satu guru. Dan langsung saya konfirmasi pada yang bersangkutan (Bu Ofrator), ternyata sudah disampaikan kepada walikelasnya," tambahnya.
"Menurut walikelasnya, anak yang dilaporkan sebagai korban bullying ini, didalam kelas tidak pernah menangis dan baik - baik saja. Mungkin kejadian bullying itu terjadi diluar jam belajar, atau saat pulang sekolah. Atas kejadian ini, saya selaku Kepsek, sudah melakukan pendekatan yang maksimal kepada korban dan orang tuanya," pungkasnya.
Sementara itu, Kordinator Wilayah (Korwil) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong, saat di konfirmasi awak media melalui pesan Whatsapp menjawab, "Saya belum ketemu Kepsek nya. Maka, saya belum menentukan sikap," jawabnya singkat. (Asri)
Editor : Redaksi