JOMBANG | Sedekah Bumi atau nyadran, merupakan wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang maha Esa setelah menerima hasil bumi yang melimpah, tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang, tujuan dilakukan sedekah bumi adalah supaya diberikan risky yang banyak lagi. Kali ini di Desa Bongkot Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang mengadakan acara sedekah bumi. Kamis, (27/07/2023) malam.
Baca juga: Samsat Jombang Perkuat Sinergi Antarinstansi, Layanan Pajak Kendaraan Makin Cepat dan Merata
Acara ini juga turut dihadiri oleh Babinsa dan Babinkamtibmas desa Bongkot, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT, ketau RW serta masyarakat.
Dalam tradisi sedekah bumi, terdapat nilai nilai pendidikan islam mengenai keimanan yang dalam ritualnya, juga terdapat pembacaan Doa dan tahlil sebagai lambang kewajiban mengingat Allah SWT. Makna tradisi ini adalah rasa bersyukur yang merupakan ajaran baik dalam agama Islam dan nilai ibadah yang bertujuan untuk mencari ridho Allah SWT.
Baca juga: Pelansir Pertalite Beraksi di SPBU Mojoagung, Pengawasan Dipertanyakan
Acara yang digelar di Balai Desa Bongkot ini, di awali dengan kesenian hadroh dilanjutkan, dengan pembacaan Istighotsah,Yasin dan tahlil.
Kades Bongkot Moh.Yahya,SH., mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, perangkat desa, tokoh agama, para petani yang sudah bergotong royong demi terselenggaranya acara doa bersama ini. Semoga kita semua selalu di beri kesehatan, ditambah rejekinya serta, di mudahkan segala urusannya.
Semoga acara doa bersama seperti ini bisa di laksanakan setiap tahun. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada pemuda, tokoh masyarakat yang sudah melaksanakan doa di sudut sudut desa pada malam 1muharram kemarin, dengan harapan semoga seluruh warga desa Bongkot di beri kesehatan, pungkasnya.
Di penghujung acara warga saling berebut atau grebek tumpeng yang berisi hasil pertanian beruap sayur dan buah, yang sudah di siapkan panitia. (Darmanto)
Editor : Redaksi