JOMBANG | Sedekah Bumi atau nyadran, merupakan wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan yang maha Esa setelah, menerima hasil bumi yang melimpah. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang dengan tujuan, supaya diberikan risky yang melimpah. Seperti halnya acara yang dilaksanakan di Dusun Bulak Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Sabtu, (22/07/2023).
Tradisi sedekah bumi sendiri terdapat nilai - nilai pendidikan islam mengenai keimanan. Dalam ritualnya, terdapat pembacaan do'a dan tahlil sebagai lambang kewajiban mengingat Allah SWT dengan segala sesuatu atas dasar keimanan kepada Allah SWT. Makna tradisi ini adalah rasa syukur yang merupakan, ajaran baik dalam agama Islam dan nilai ibadah yang bertujuan untuk mencari ridho-NYA.
Baca juga: Samsat Jombang Percepat Layanan, STNK 5 Tahunan Bisa Rampung
Seperti halnya warga Dusun Bulak Desa Mojokrapak Kecamatan Tembelang, siang ini berkumpul di rumah kepala dusun untuk, melakukan do'a bersama dilanjut dengan kesenian kudang lumping yang akan keliling dusun untuk menghibur masyrakat serta, malam hari dilanjut dengan pengajian.
Baca juga: Samsat Jombang Tingkatkan Layanan Cek Fisik, Warga Diimbau Datang Lebih Awal
Hadir dalam acara ini perwakilan dari Forkopimcam, Babinsa, Babinkamtibmas, Kades Mojokrapak Warsubi yang di wakili keluarganya, dan seluruh warga.
Dalam kesempatannya Kepala Dusun Bulak menyampaikan, "terima kasih kepada warga Bulak khususnya dan warga Mojokrapak pada umumnya karena, sudah guyub rukun bersatu demi terselenggaranya acara ini. Semoga kedepannya acara seperti bisa berjalan dengan lancar sesuai harapan kita semua. Saya mohon maaf kepada warga bulak karena, Pak Kades tidak bisa hadir di tengah tengah kita karena masih ada kegiatan yang tidak bisa di tinggalkan. Disini ada mas Farid dan mbak Della yang mewakili kehadiran beliau (kades_red)", pungkasnya.
Baca juga: Samsat Jombang Perkuat Sinergi Antarinstansi, Layanan Pajak Kendaraan Makin Cepat dan Merata
Di penghujung acara di akhir dengan doa serta saling menukar tumpeng yang di bawa oleh warga. (Darmanto)
Editor : Redaksi