Kades Wanamukti; Saya Tidak Mau Diobok-Obok!

beritaformat.com
Caption : Kades Wanamukti Saat Ditemui Awak Media Dikantornya

PARIGI MOUTONG | Peran serta masyarakat dalam hal pengawasan dan monitoring Dana Desa (DD) sangatlah penting, hal tersebut dibuktikan oleh warga Desa Wanakmukti Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah.

Caption : Program Bantuan Itik dan Waring Desa Wanamukti di Salah Satu Rumah Penerima Program

Baca juga: Kejati Sulteng Setujui Restorative Justice Dua Perkara di Banggai

Awak media mendapatkan informasi dari masyarakat jika ada dugaan penyalahgunaan DD Desa Wanakmukti. Untuk mendapatkan kejelasan informasi, awak media mendatangi salah satu warga yang menjabat sebagai Kaur Desa yang enggan disebut namanya.

Kaur Desa tersebut menjelaskan pada awak media, "penggunaan DD T.A 2021 dan 2022 terindikasi digunakan untuk kepentingan pribadi, dipinjamkan pada orang lain sehingga tidak ada kejelasan anggaran tersebut dipergunakan untuk apa dan kapan dikembalikannya. Sedangkan Bendahara tidak difungsikan sebagaimana mestinya, patut diduga DD dikelola oleh pribadi oknum Kades Wanakmukti".


Awak media mencoba menggalih informasi lebih dalam pada salah satu warga yang mendapatkan bantuan. Ditemui awak media dirumahnya, warga inisial U mengeluhkan dana pemberdayaan pengadaan Itik dan waring (jaring_red). 1/3/2023.

Sebelumya sudah ditetapkan dan disepakati penerima bantuan itik dan waring sebanyak 180 Kepala Keluarga (KK), diduga sebagian belum tersalurkan pada penerima bantuan itik padahal, dana tersebut diduga sudah ditangan oknum Kades Wanakmukti. Urai U pada awak media.

Lanjut U, "warga juga pernah ditarik iuran sebesar 400 ribu untuk pembangunan Kantor Desa, itupun ada pemaksaan."

Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Gang Pasar Masomba, Polisi Selidiki Identitas Korban


Ketika Kades Wanamukti ditemui awak media dikantornya, Kades tersebut langsung mengeluarkan suara keras nada marah, seketika memanggil Kepala Dusun dan Babinsa hingga, menimbulkan suasana tak nyaman.

Dengan kondisi marah, Kades menyampaikan, ‘’Sekarang begini, waring 30 meter sementara, itik cuma 3 kan tidak wajar. Terlalu panjang untuk apa? dari pada mubazir dan terlalu luas".

Masih Kades, "saya tidak mau di obok obok, tanya saja yang punya utang siapa di Desa, atau di Saya. Ayo! saya tidak mau di tutupi, seharusnya kedusun dulu, baru kedesa jangan langsung ke wartawan. Pencarian Itik tidak semuda itu, karena program baru mulai dan masih jalan. Tidak harus orang miskin atau kaya, siapa saja yang mau memelira akan mendapatkan semua. Keluhan ini tidak benar karna, program masih berjalan." Tegasnya.

Baca juga: WOM Finance Sampaikan Hak Jawab Terkait Pemberitaan Dugaan Penarikan dan Lelang Motor Nasabah

Dalam kesempatan berbeda, Kades Wanamukti mengirimkan pesan singkat melalui whatshaap pada awak media.
1. Tolong ditemukan warga ku, kalau itu benar.
2. Untuk apa ada BPD, kalau tidak lapor ke BPD.
3. Masyarakat mengeluh ke BPD bukan sama Bapak (Pesan Sorotan dari Kades bahwa masyarakat tidak boleh menyampaikan informasi berkeluh kesah ke wartawan)
4. Kalau ada kerugian Negara kan ada Inspektorat, bukan kewenangan Bapak ( pesan sorotan kades bahwa wartawan tidak boleh melakukan kontrol sosial kegiatanya dalam mengelolah anggaran DD).

Ketua BPD Desa Wanamukti pada (7/3), dihubungi awak media melalui telepon pribadinya dan menyampaikan beberapa poin yang sudah tidak diperkenankan oleh Camat seperti, penarikan iuran untuk pembangunan kantor Desa dibatalkan. Kemudian untuk program pemberdayan pengadaan Itik masih sementara berjalan, dan memiliki waktu 3 bulan .

Hari ini jumat 10/3/2023 awak media menghubungi langsung Camat Bolano melalui telpon 08115090xxx. Camat membenarkan adanya keluhan dari warga Desa Wanamukti tentang penarikan dana pembangunan kantor desa, kalau laporan lain belum menerima resmi dari warga masyarakatnya. (Tim)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru