Kepala SDK Aeramo Bantah Tuduhan Rekayasa Kasus Guru Cabul

Reporter : Redaksi
Kepala Sekolah SDK Aeramo, Victoria Toyo Bilu saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya (foto : yasin_beritaformat.com)

Senin, 4 Agustus 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Nagekeo, Flores, NTT

Kategori; Peristiwa | Penulis; Yasin

Baca juga: Kementerian PU Renovasi 12 Madrasah di Sigi, MTs Alkhairaat Tulo Dapat Bantuan Rp19,6 Miliar

Kepala Sekolah Dasar Katolik (SDK) Aeramo, Viktoria Toyo Bilu, membantah keras tuduhan bahwa dirinya terlibat dalam konspirasi untuk menjerat guru SDK Aeramo berinisial KM alias Kristo dalam kasus dugaan pencabulan terhadap siswa kelas 5B, inisial RN.

Viktoria menyatakan bahwa tuduhan dirinya mengarahkan saksi RMJ untuk memberikan keterangan palsu kepada Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak (KP2A) adalah tidak benar.

"Saya tidak pernah mengarahkan atau memaksa RMJ untuk memberi keterangan palsu. Justru saya memanggil pelaku, korban, dan saksi untuk mengklarifikasi langsung informasi yang beredar," tegasnya kepada media ini, Senin (4/8/2025).

Baca juga: Miris! Siswa SD Karya Thayyibah Belajar di Atas Karpet, Fasilitas Rusak Parah

Menurutnya, keterlibatan RMJ sebagai saksi dalam proses hukum berdasarkan pengembangan penyelidikan polisi, setelah saksi lain, Bunga (nama samaran), mengungkap bahwa RMJ pernah menyaksikan tindakan tak senonoh yang dilakukan oleh KM sebelum peristiwa pencabulan terjadi.

Terkait surat pernyataan yang disebut sepihak, Viktoria menjelaskan bahwa surat tersebut dibuat sebagai bentuk antisipasi dan peringatan internal jika dugaan itu terbukti.

"Surat itu bukan rekayasa, tapi langkah preventif agar lembaga tidak terseret jika kasus terbukti. Itu dibuat disaksikan Ketua Komite, Pengawas, Korban, dan Saksi," jelasnya.

Baca juga: Krisis Guru Kompeten di SLB Sulteng, Disdik Dorong Solusi Lewat “Berani Cerdas”

Ia menutup penjelasan dengan menyatakan, tindakan klarifikasi internal dilakukan semata untuk melindungi lembaga dari potensi amukan keluarga korban yang bisa berdampak pada keamanan sekolah.

"Kalau bilang saya rekayasa saksi, itu tidak benar. Saya hanya menjaga agar tidak terjadi keributan di sekolah," pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik
Berita Terpopuler
Berita Terbaru