MOJOKERTO | Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa sebuah politeknik di Surabaya ditemukan meninggal dunia pada Senin dini hari (6/2/2023). Dia diduga menjadi korban kekerasan di lingkungan pendidikan.
Mahasiswa itu ditemukan tak bernyawa di kamar mandi kampusnya dengan kondisi penuh darah. Diduga, dia dianiaya seniornya. Hal itu pun dibenarkan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana.
Baca juga: Tambang Galian C Diduga Ilegal di Sidorejo Mojokerto Beroperasi, Pengawasan Dipertanyakan
Almarhum Rio merupakan mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya asal Dusun Pudakpolo, Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Baca juga: Razia Gabungan Satpol PP Mojokerto Amankan 5 Pasangan di Kos dan Penginapan
Kematian putra sulung Muhammad Yani, anggota Polsek Kutorejo itu meninggalkan banyak kejanggalan, sehingga membuat keluarganya mecurigai Rio tewas dianiaya seniornya.
Baca juga: Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya 2025 Dilepas: Ribuan Peserta Telusuri 55 KM Jejak Perjuangan
Proses ekshumasi yang dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim dan tim Polrestabes Surabaya ini pun disaksikan puluhan warga yang sejak pagi mengerumuni area pemakaman umum Dusun Pudakpolo di belakang asrama Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim tersebut. Selasa, 7/2/2023. (Har)
Editor : Redaksi