Ali Kuncoro Implementasikan Green Ekonomi dan Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
BERITA MOJOKERTO | Selaras dengan arah kebijakan Kota Mojokerto tahun 2025, tentang pemantapan pertumbuhan ekonomi, dengan mengimplementasikan Green Ekonomi, dan penguatan kerja sama antar daerah. Kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, laksanakan Musyawarah Rembug Pembangunan (Musrenbang). Bertempat di Ruang Pertemuan Kelurahan Magersari Jl. Hayam Wuruk 86B. Selasa, (23/1/2024).
Mengawali sambutan, Kepala Bapeda Litbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono,SH., menyampaikan hasil usulan kepada warga, dan tokoh masyarakat yang hadir pada pra-Musrenbang. Kelurahan Magersari sudah melaksanakan Pra- Musrenbang pada Selasa 23 januari 2024, dan usulan dari pra-Musrenbang ini, sudah disesuaikan dengan tema, atau arah kebijakan tahun 2025.
"Untuk infrastruktur ada 28 usulan, pembangunan manusia 5 usulan, dan untuk pertumbuhan ekonomi ada 5 usulan. Kelurahan mendapatkan anggaran total 533 juta, dengan persentase 93,93%. Selanjutnya untuk pembangunan di Kelurahan Magersari tahun 2024 ini sebesar 1 miliar, dan untuk pembangunan yang didanai melalui APBD sebesar 800 juta," terangnya.
Lanjut Agung, "usulan dari bapak ibu dan saudara semua, akan kami selaraskan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tahun 2025, dengan membreakdown 9 skala prioritas pembangunan. Beberapa di antaranya, memantapkan pertumbuhan ekonomi melalui implementasi Green Ekonomi (ekonomi hijau), dan penguatan kerjasama antar daerah," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pj Walikota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro, S.STP., M.Si., memberikan ruang kepada masyarakat, untuk menyampaikan aspirasinya pada kanal online yang sudah disediakan oleh Pemkot Mojokerto. Ali Kuncoro, sapaan akrabnya, juga mendorong masyarakat, agar ikut berpatisipasi dalam segala lini pembangunan yang ada. Yang mana, untuk Kelurahan Magersari, pada tahun 2025 mendatang, anggarannya akan ditambah dari 500 juta pada tahun 2023, menjadi 1 Milliar.
"Saudara semua pasti sudah mengusulkan banyak program di tahun 2023. Yang mana, anggaran untuk kelurahan hanya 500 juta. Akan tetapi, tahun ini sudah naik hampir 100%, menjadi 1 Milliar. Kami berharap, saran, ide, dan masukan untuk pembangunan tahun 2025. Bisa disampaikan sebanyak banyaknya pada forum ini, maupun melalui kanal online yang disiapkan oleh Pemkot. Hal ini bertujuan, agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan secara maksimal," harapnya.
Ali Kuncoro juga ingin, agar arah pembangunan Kota Mojokerto tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Namun, harus di imbangi dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
"Ada tiga hal strategis tentang arah kebijakan ekonomi Pemkot Mojokerto di tahun 2025. Yang pertama, masalah pertumbuhan ekonomi, yang sangat ditentukan dengan kualitas jumlah penduduk. Kalau jumlah penduduknya banyak, maka banyak mulut yang harus kita siapkan untuk diberi makan. SDM tenaga kesehatan, pendidikan, dan sarana prasarana, itu juga harus kita siapkan. Kalau penduduknya banyak, tidak produktif, dan hanya menjadi beban pada negara, maka itu juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kita ingin, pertumbuhan ekonomi di Kota Mojokerto, tumbuh impresif di angka 6% pada tahun depan. Ini penting, karena jika suatu daerah pertumbuhan ekonominya tidak jalan, maka daerah tersebut di anggap tidak ada aktivitas sama sekali," terang Ali Kuncoro.
Ali Kuncoro juga menjelaskan, dampak akibat pemanasan global yang mengubah iklam hampir diseluruh belahan dunia. Sehingga, arah kebijakan, khususnya Kota Mojokerto pada tahun 2025, mengimplementasikan Green Ekonomi, agar bisa mengurangi dampak kerusakan pada lingkungan. Searah dengan kesepakatan banyak negara di dunia, yang konsen pada Net Zero Mckensey (angka nol bersih untuk menghindari pemanasan global secara permanen), pada tahun 2060 mendatang.
"Kedua adalah mengimplementasikan Green Ekonomi. Dimana seluruh negara, sudah berpikir, bagaimana kita semua peduli terhadap lingkungan, seluruh negara, tidak hanya Kota Mojokerto. Oleh karena itu, kita semua harus sepakat untuk bersama memperlambat perusakan bumi," imbuhnya.
Pj Walikota yang baru dilantik pada 10 Desember 2023 lalu, juga menitipkan gagasan, ide, sekaligus mempunyai harapan besar, untuk mewujudkan peningkatan SDM di Kota Mojokerto.
"Jangan hanya fokus pada pembangunan fisik. Harus mulai pembangunan peningkatan kualitas SDM, itu kata kuncinya. Agar Kota Mojokerto tetap menjadi yang terdepan, tercepat, terhebat dan menjadi lokomotif, setidaknya di Jawa Timur. Kalau tidak investasi di sumber daya manusia, kita pasti akan ketinggalan. Orang lain sudah berpikir bagaimana bisa hidup di bulan, kita masih rayakan bagaimana pemenangan calon presidennya masing-masing," sindir Ali Kuncoro.
"Sekali lagi, mulai dibuka pola pikirnya. Harus mulai bersiap pengembangan SDM. Taman-taman yang kita miliki, harus bisa menjadi taman kota, hutan kota. Kalau tamannya banyak, bisa mengolah CO² (Karbondioksida) menjadi O² (Oksigen). Sehingga, bisa meningkatkan harapan hidup hingga hampir 76 tahun. Seperti yang terpotret pada Index Pembangunan Manusia (IPM), rata rata di angka 80.90, harapan hidupnya 75.8 tahun," pungkas Ali Kuncoro. (Harry)
Editor : Redaksi