Banyak Mobil Pribadi Yang Mau Menyeberang Malah Menutup Kaca

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Bahagia : Robet sedang menghitung hasil jerih payahnya sebagai 'Polisi Cepek'
Bahagia : Robet sedang menghitung hasil jerih payahnya sebagai 'Polisi Cepek'

BERITA SIDOARJO | Sugiat atau yang akrab disapa Robet, adalah warga asli Desa Wonoplintahan RT 3 RW 04, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Keseharian Robet, 23 tahun yang lalu, adalah sebagai tenaga keamanan (Satpam) di SDN 2 Wonoplintahan.

Karena kesalahan yang tidak dia sengaja, terpaksa Robet kehilangan mata pencariannya sebagai satpam sekolah. Pihak sekolah pun, hanya memberikan uang tanda jasa sebesar 500 ribu.

Kini, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Robet bekerja paruh waktu, bergantian jadwal menjadi 'Polisi Cepek' di dua lokasi berbeda. Robet biasa menjadi Polisi Cepek di pertigaan Monumen Wonoplintahan jam 11.00 hingga jam 12.00 WIB, dan di daerah Kalipuro Mojosari pukul 15.00 hingga pukul 16.00 WIB, setiap harinya.

"Saya biasanya di pertigaan monumen Wonoplintahan, bergantian sama teman. Hasilnya sekitar 50rb - 60rb, kita bagi dua. Kemudian sore hari, saya biasa di Kalipuro, mulai jam 15.00 hingga jam 16.00 WIB, hasilnya 40rb - 60rb", sampainya. Sabtu, (9/12/2023).

Robet juga menyampaikan, jika yang memberi secara suka rela, kebanyakan sopir truk dan pengendara roda dua.

"Yang banyak memberi, sopir truk dan pengendara roda dua mas, untuk mobil-mobil mewah milik pribadi yang mau menyeberang malah menutup kaca. Polisi kadang kalau ada rejeki, kita juga dikasih, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar", keluhnya.

Ketika ditemui awak media di sebuah warung nasi tepi jalan Raya Prambon, Robet sedang asyik menghitung uang hasil jerih payahnya menjadi Polisi Cepek. Terlihat pecahan seribu, dua ribu dan uang koin lima ratusan dikumpulkan Robet.

"Alhamdulillah mas, hari ini, karena Sabtu, jalanan ramai, saya dapat hasil 160 ribu", cetusnya. (Boed)