Peni Gandeng Bakesbangpol Jatim, Sosialisasikan Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme
BERITA JOMBANG | Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PDI-P Dra.Rachmawati Peni Sutantri.M.Si., menjadi salah satu narasumber pada acara sosialisasi pencegahan Intoleransi dan Radikalisme, dengan pelibatan peran serta masyarakat, yang diadakan oleh Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Provinsi Jawa Timur. Senin, (13/11/2023), bertempat di Green Red Hotel Syariah Kabupaten Jombang.
Kegiatan ini, sebagai bentuk kekhawatiran akan aksi-aksi terorisme yang membahayakan di Indonesia. Sekaligus, sebuah upaya untuk mencegah penyebaran informasi yang mengandung unsur radikal, khususnya di media sosial menjelang tahun politik.
Hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Jatim Rachmawati Peni Sutantri, Bakesbangpol Jatim Ade Rachmadi selaku moderator dan Sidik Purnomo selaku narasumber, serta tamu undangan yang hadir pagi ini.
Dalam sambutannya Cepi Syukur Laksana perwakilan Bakesbangpol Jatim menyampaikan secara rinci tentang pencegahan Intoleransi dan Radikalisme. Mulai dari keamanan negara, kebinekaragaman, bidang politik, serta penjelasan tentang pemilu. Mulai dari tahapan pemilu, pendaftaran partai politik, DCS Pemilu 2024, serta tanggal pelaksanaan pemilu, dan pilkada.
Mengawali sambutan, Anggota Fraksi PDI-P Jatim yang akrab disapa Peni, menyampaikan tentang Intoleransi, mulai dari status ekonomi ekstrim, faktor sosial, dan pendidikan yang menyebabkan intoleransi.
”Di era media sosial ini, atau era digitalisasi, kita harus lebih hati-hati dengan informasi yang menyebar, hati-hati dengan berita bohong. Konfirmasi terlebih dahulu, jangan langsung percaya dan ditelan mentah-mentah", ucapnya.
Masih menurut Peni, "keterlibatan generasi muda tentunya harus diberikan dan dibekali dengan meningkatkan pengetahuan, agar tidak sampai terjerumus dari segala macam informasi atau ajakan kelompok yang bertentangan dari ideologi Pancasila. Dan siapa yang punya usaha UMKM yang belum berijin, silakan mendaftar, nanti akan saya bantu pengurusan NIB nya, gratis", pungkasnya. (Darmanto)
Editor : Redaksi