Pertahankan Tradisi Nenek Moyang, Warga Dusun Pranggan Gelar Sedekah Dusun
JOMBANG | Sedekah Bumi atau nyadran (istilah jawa), merupakan wujud rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan YME setelah menerima hasil bumi yang melimpah. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun dari nenek moyang. Gelaran sedekah bumi kali ini dilaksanakan di pelataran balai RW dusun Pranggang. Sabtu, (05/08/2023).
Pembacaan surat yasin dan tahlil mengawali prosesi sedekah bumi yang di tujukan kepada Mbah Sosrobau, Mbah Surontanu dan Mbah Dewi Utari yang mana, ketiga orang tersebut merupakan pendiri dusin Pranggang. Doa juga dipanjatkan untuk para leluhur warga Pranggang.
Sedekah bumi pada hari ini (Sabtu_red) di akhiri dengan tasyakuran memakan nasi tumpeng beramai-ramai yang merupakan tradisi dari leluhur. Keesokan hari, tepatnya Minggu (6/8) akan di adakan pawai budaya sebagai penutup prosesi sedekah bumi.
Hadir dalam acara ini, Babinsa, babinkamtibmas, perangkat desa Brambang, kepala dusun Pranggang, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh masyarakat Pranggang.
Sugeng Santoso Kepala Dusun Pranggang dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan tamu undangan, "saya ucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya pada seluruh warga dan elemen perangkat dusun, RT dan RW yang telah bergotong royong demi suksesnya acara ini, seluruh kegiatan prosesi sedekah bumi mulai awal hingga esok, kita serahkan pada karang taruna. Kita hanya sebatas mengawasi dan mengarahkan agar acara ini bisa terselenggara dengan baik dan lancar " paparnya.
Darto selaku pelindung acara sekaligus Sekretaris Desa Brambang saat di temui awak media mengatakan, "ini adalah agenda tahunan, seperti tahun-tahun sebelumya, nyadran atau sedekah Dusun Pranggang merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah dimana tanah dusun kami ini dijadikan Gemah Ripah Loh Jinawi (wilayah yang subur dan makmur) sehingga terwujud Toto Tentrem Kerto Raharjo ( wilayah yang tertib, tentram, sejahtera, serta berkecukupan segala sesuatunya). Sekaligus mendoakan para leluhur yang sudah mendahului kita dan nenek moyang yang membangun desa ini," tuturnya.
Sedekah Dusun dilaksanakan sebagai bentuk uri-uri budaya leluhur untuk di ingat dan dikenalkan ke generasi penerus kita. Besok (Minggu_red), ada pawai budaya dan masih ada beberapa lomba. Puncak acara pada tanggal 19 Agustus nanti akan ada pembagian hadiah serta pentas seni," pungkas Darto.
Di penghujung acara, masyarakat berkumpul dan saling bertukar makanan yang di bawa yang sudah di do'akan oleh tokoh agama setempat. (Darmanto)
Editor : Redaksi