Pembangunan Jalan Cor di Desa Sukoanyar, Kabupaten Mojokerto, Membuat Seorang Warga Kritis
MOJOKERTO | Peningkatan jalan desa seharusnya, menambah tingkat keselamatan masyarakat saat melintasi jalan tersebut, bukan sebaliknya menjadi malapetaka. Seperti peningkatan jalan cor di Desa Sukoanyar Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto justru, menjadi momok menakutkan bagi warga yang melintasinya.
Tidak sedikit warga celaka saat melintasi jalan cor di Desa Sukoanyar. Korban tidak hanya satu atau dua orang melainkan, banyak yang mengalami luka hingga cidera akibat kecelakaan di jalan cor yang dibangun oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Sukoanyar. Terbaru kecelakaan menimpa Mujianto, yang akrab dipanggil Biden, warga Desa Sukoanyar Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Mujianto tidak bisa mengendalikan motornya setelah ban motor depannya menabrak tingginya jalan cor di Desa Sukoanyar, pada Selasa siang, 6 Juni 2023. Mujianto jatuh seorang diri.
Mujianto harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Islam Sakinah Mojokerto setelah, mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai motor dan melintasi jalan cor yang dibangun setengah-setengah oleh TPK Pemdes Sukoanyar. Lehernya cidera, dan beberapa hari koma hingga saat ini.
Usai terjadi kecelakaan tunggal, Mujianto dibawa ke RS Umum Mojosari, namun karena tidak punya alat dan fasilitas lengkap, Mujianto dirujuk ke RS Islam Sakinah.
Saksi yang mengetahui saat Mujianto kecelakaan menerangkan, kecelakaan yang menimpa Mujianto disebabkan oleh pembangunan jalan cor yang tidak merata, bahkan dikerjakan setengah-tengah alias belum tuntas. Tingginya pembangunan jalan cor beton dan tidak diiringi oleh aspek keselamatan, seringkali membuat warga terjatuh.
Saat mengendarai motornya dan melintas di jalan cor itu, laju kendaraan sepeda motor yang dibawa Mujianto pelan. Tapi, karena tingginya jalan cor dan kurang awas saat berkendara, malapetaka itupun dialami Mujianto.
Braakkk ! Mujianto jatuh dari motornya. Selain tubuhnya mengalami luka-luka, lehernya cidera. Lantas siapa yang bertanggungjawab?
Rudi Wahyudiana selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Generasi Masyarakat Adil Sejahtera (LSM GMAS) mendesak agar Kepala Desa (Kades) Sukoanyar, Priyanto, bertanggungjawab terhadap kecelakaan yang menimpa Mujianto dan beberapa orang sebelumnya. Ditegaskan Rudi, sudah berulangkali kecelakaan terjadi di lokasi yang sama, yakni di jalan cor beton yang dibangun oleh Pemdes Sukoanyar.
Namun, seringnya kecelakaan di jalan cor tersebut tak membuat Kades Sukoanyar melakukan evaluasi dan memperbaiki jalan untuk menghindari kecelakaan berulang-ulang.
"Seolah ada pembiaran oleh Kades Sukoanyar. Sebagai pimpinan desa, harusnya responsif dan mengambil upaya perbaikan, bukan didiamkan hingga terjadi korban secara berulang. Upaya sederhana, pasang rambu-rambu di jalan cor yang tinggi itu supaya pengendara lebih hati-hati," tegas Rudi.
Untuk mencegah terjadinya korban lagi, Damsi selaku Kepala Dusun di Desa Sukoanyar, bersama dengan warga berinisiatif untuk memperbaiki jalan tersebut. Biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki jalan tersebut tidak sedikit, dan biaya perbaikan membeli pasir, semen, dan lain-lain, itu keluar dari kantong pribadi Damsi. (jun)
Editor : Redaksi