Halah Bihalal Alumni Pondok Pesantren Nurul Hidayah Temoran Sampang

avatar beritaformat.com
  • URL berhasil dicopy
Hala Bihalal : Alumni Ikatan Pondok Pesantren Nurul Hidayah adakan halal bihalal sebagai ajang silaturahmi antar alumnus dan pengasuh Ponpes
Hala Bihalal : Alumni Ikatan Pondok Pesantren Nurul Hidayah adakan halal bihalal sebagai ajang silaturahmi antar alumnus dan pengasuh Ponpes

SAMPANG | Setelah 1 bulan berpuasa dan merayakan hari raya Idul Fitri 1444H, tiba saatnya para santri Alumni Pondok Pesantren Nurul Hidayah Desa Temoran Kecamatan Omben Kabupaten Sampang, Madura - Jawa timur mengadakan acara Halal Bihalal untuk menyambung tali silaturahmi antar alumni santri, Minggu (23/4/2023).

Halal Bihalal tersebut diselenggarakan setiap tahun tepatnya, (H+1) lebaran Idul Fitri. Tahun ini Halal Bihalal mengusung tema 'Gerakan Kembali ke Pondok Pesantren Dalam Pemikiran, Perilaku, dan Ubudiah' yang mana, kegiatan tersebut jadi rutinitas temu kangen antara alumni putra dan putri untuk mempererat jalinan silaturahmi Alumni dengan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah.

Acara Halah Bihalal disusun sedemikian rupa mulai dari pembukaan yang dibacakan oleh Ustad Mudekkir, pembacaan Yasin oleh Haikal, pembacaan Tahlil oleh Kyai Faqih, Sholawat Nabi atau Maulid Addiba'i yang dipimpin Ustad Ali,M.Pd., sambutan Ketua Panitia saudara Erfan dan yang terakhir sambutan perwakilan alumni oleh ustad Ali,M.Pd.

Erfan yang akrab dipanggil Gutteh selaku Ketua Panitia Halal bihalal dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada temen-teman alumnus yang telah berkenan hadir dalam acara yang di selenggarakan oleh penitia alumnus yang senior di pondok pesantren Nurul Hidayah.

Ditempat yang sama Ustad M.Ali,M.Pd. mewakili semua alumni dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga karena, dirinya menjadi alumni Pondok Pesantren Nurul Hidayah.

“Saya merasa bangga punya guru seperti KH.Fanani dan saya ingat waktu ekonomi orang tua sulit, saya sempat mau berhenti di tengah jalan (red_berhenti mondok) di Pesantren Nurul Hidayah,” ujarnya.

“Alhamdulilah, atas bimbingan dan arahan beliau (red_KH.Fanani), saya tetap menjadi santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah ini,” sambung M.Ali,M.Pd.

Ali, M.Pd. juga mengatakan, dirinya selalu ingat perkataan dari istri KH. Fanani yang selalu menanyakan 'apa kamu belum makan?'

“Karena bimbingan beliau dan ilmu dari Pondok ini, saya pada akhirnya punya santri di Surabaya juga santrinya KH.Fanani diminta belajar ke saya. Sekali lagi saya sangat bangga menjadi murid dan mempunyai guru seperti KH. Fanani,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah KH. Fanani Dauri meminta do'a kepada semua alumnus. Ia juga menuturkan jika ingin seperti gurunya kalau ngaji mulai pagi sampai siang, tapi hingga saat ini masih belum bisa.

Selain itu Pengasuh Ponpes Nurul Hidayah juga menegaskan, kegiatan kali ini dirinya yang memberi tema 'Gerakan Kembali ke Pondok Pesantren Dalam Pemikiran, Perilaku dan Ubadiah' karena hidup di dunia ini hanya sesaat.

“Beda dengan dulu di masa orang tua kita, kalau di masa orang tua kita ikhlas, sami'na waatokna terhadap Kyai (red_guru) . Jadi, saya meminta kepada kalian agar anaknya di pondokkan kesini karena, kalian santri saya, pondok ini bukan milik saya pribadi ini milik kalian, tanggung jawab kalian juga untuk memajukan Pondok Pesantren ini,” pungkas KH. Fanani.(tr)