Disdik Sulteng: Daftar Penerima Revitalisasi SMK dari Kemendikdasmen Belum Final

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Gedung Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (foto : Agus_beritaformat)
Gedung Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah (foto : Agus_beritaformat)

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah memastikan daftar sekolah penerima bantuan revitalisasi SMK dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hingga kini belum ditetapkan.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Edy Akas, mengatakan penetapan sekolah penerima masih dilakukan secara bertahap oleh pihak kementerian sehingga data final belum diterima pemerintah provinsi.

"Penetapannya dilakukan secara bertahap. Saya belum hafal sekolah mana saja karena memang belum ada data final yang kami terima. Yang menentukan adalah pihak kementerian," kata Edy, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, lebih dari 100 SMK telah diusulkan sebagai calon penerima bantuan revitalisasi. Namun, jumlah usulan tersebut belum dapat dipastikan seluruhnya lolos menerima bantuan.

Edy menjelaskan, saat ini baru sebagian sekolah yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Proses tersebut masih berlangsung secara daring melalui aplikasi Naravita, termasuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

"Yang sudah tanda tangan PKS belum semuanya. Masih ada sekolah yang sedang berproses karena sistemnya dilakukan secara online melalui aplikasi," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan sekolah dalam bimbingan teknis (Bimtek) bukan jaminan akan memperoleh bantuan revitalisasi.

"Yang sudah ikut Bimtek juga belum tentu menjadi penerima karena semuanya masih dalam proses verifikasi," tegas Edy.

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau seluruh sekolah yang diusulkan tetap mengikuti setiap tahapan dan melengkapi persyaratan administrasi sambil menunggu keputusan resmi dari Kemendikdasmen.

Reporter : Agus
Penyunting : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Palu, Sulawesi Tengah
Sumber : Wawancara