72 PLT Kepala Sekolah Masih Pimpin SMA/SMK di Sulteng, Disdik Seleksi Jabatan Definitif

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kepala Bidang PTK dan Fasilitasi Dinas Pendidikan Sulteng, Muh. Nur, saat memberikan klarifikasi kepada awak media di ruang kerjanya (foto : agus_beritaformat)
Kepala Bidang PTK dan Fasilitasi Dinas Pendidikan Sulteng, Muh. Nur, saat memberikan klarifikasi kepada awak media di ruang kerjanya (foto : agus_beritaformat)

Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah mencatat sebanyak 72 Pelaksana Tugas (PLT) kepala sekolah SMA, SMK dan SLB masih memimpin satuan pendidikan di berbagai daerah. Selain itu, terdapat 7 Pelaksana Harian (PLH) yang kini tengah diusulkan naik status menjadi PLT.

Kepala Bidang PTK dan Fasilitasi Dinas Pendidikan Sulteng, Muh. Nur, mengatakan pemerintah provinsi saat ini tengah melakukan pengisian jabatan kepala sekolah definitif, khususnya jenjang SMK, melalui proses uji kompetensi (Ukom).

“Seleksi dilakukan secara terbuka melalui Ukom, mulai dari administrasi, penulisan makalah sampai wawancara,” ujar Muh. Nur, Selasa (12/5/2026).

Ia menjelaskan, sebanyak 126 peserta mengikuti seleksi tersebut. Namun, tidak seluruh peserta otomatis akan dilantik menjadi kepala sekolah definitif.

“Hanya peserta yang memenuhi nilai dan persyaratan yang akan dipertimbangkan sesuai kebutuhan sekolah,” katanya.

Menurutnya, penempatan kepala sekolah nantinya juga mempertimbangkan kebutuhan daerah dan sistem zonasi agar lebih efektif dalam mendukung pelayanan pendidikan.

Sementara itu, pengusulan 7 PLH menjadi PLT dilakukan karena kewenangan PLH dinilai terbatas, termasuk dalam penandatanganan ijazah yang hanya dapat dilakukan oleh kepala sekolah berstatus PLT maupun definitif.

Muh. Nur menegaskan, seluruh PLT yang saat ini menjabat tetap akan dievaluasi berdasarkan kinerja di sekolah masing-masing.

“Kalau ada yang tidak mampu menjalankan tugas dengan baik atau ada laporan dari masyarakat tentu akan menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, jabatan kepala sekolah, terutama di SMK, merupakan posisi strategis yang membutuhkan kemampuan manajerial, integritas serta pemahaman terhadap kebutuhan dunia industri dan kepentingan peserta didik.

“Jabatan kepala SMK adalah jabatan strategis, jadi kepala sekolahnya harus benar-benar punya kemampuan,” pungkasnya.

Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara