Sigi Mulai Program Desa Bebas Sampah, Sunju Jadi Percontohan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kepala DLH Kabupaten Sigi, Heru bersama jajaran saat melaksanakan giat program pengelolaan sampah berbasis desa di Desa Suju (foto ; agus_beritaformat)
Kepala DLH Kabupaten Sigi, Heru bersama jajaran saat melaksanakan giat program pengelolaan sampah berbasis desa di Desa Suju (foto ; agus_beritaformat)

Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi memulai program pengelolaan sampah berbasis desa dengan menunjuk Desa Sunju, Kecamatan Marawola, sebagai pilot project.

Program tersebut melibatkan kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan pihak developer untuk menangani persoalan sampah liar yang masih menjadi masalah serius di wilayah Sigi.

Kepala DLH Sigi, Heru, mengatakan penanganan sampah tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah karena keterbatasan personel dan luasnya wilayah pelayanan.

“Penanganan sampah ini tidak bisa kami lakukan sendiri. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, developer, masyarakat, dan seluruh stakeholder,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, DLH Sigi saat ini hanya memiliki sekitar 40 personel sehingga membutuhkan dukungan aktif masyarakat agar persoalan sampah liar tidak terus berulang.

“Kalau masyarakat masih membuang sampah sembarangan, tentu ini akan terus menjadi masalah. Karena itu, kami dorong kesadaran bersama agar tidak lagi membuang sampah di jalan atau di lahan kosong,” jelasnya.

Dalam program tersebut, pemerintah desa membentuk Satgas kebersihan yang bertugas mengumpulkan sampah rumah tangga ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), sebelum diangkut DLH menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

DLH juga akan melakukan patroli dan memasang papan larangan di titik rawan pembuangan sampah ilegal. Pendekatan persuasif melalui pemerintah desa dan tokoh adat disebut menjadi langkah awal sebelum penerapan sanksi.

Untuk mendukung operasional, DLH Sigi menyalurkan bantuan berupa bak sampah dan kendaraan roda tiga jenis kaisar kepada Desa Sunju. Sementara pihak developer berkomitmen menambah armada serupa pada Agustus mendatang.

Ketua PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, mengatakan Desa Sunju dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki sembilan titik sampah liar yang menjadi prioritas penanganan.

“Di Sunju ini ada sembilan titik sampah yang menjadi prioritas penanganan. Karena itu dijadikan percontohan, agar ke depan bisa diterapkan di desa-desa lain,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari inovasi daerah “Pakagali Pakagaya Ngata” sekaligus mendukung program nasional Indonesia Bersih.

Menurutnya, lingkungan bersih berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, termasuk upaya pencegahan stunting bagi ibu hamil dan anak-anak.

Ke depan, Pemda Sigi menargetkan program serupa diperluas ke desa lain di Kecamatan Marawola hingga wilayah Sigi Biromaru dengan harapan Desa Sunju menjadi model pengelolaan sampah berbasis kolaborasi.

Reporter: Agus

Editor: W13D

Kategori: Daerah

Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah

Sumber: Liputan