Donggala Genjot Penataan Guru dan Digitalisasi Pendidikan
Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) mempercepat penataan sistem pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMP. Langkah ini difokuskan pada pemetaan guru, peningkatan kompetensi, serta digitalisasi guna menjawab berbagai persoalan di lapangan.
Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar, menyatakan pemetaan dilakukan secara menyeluruh, mencakup domisili, kompetensi, hingga kebutuhan riil tenaga pendidik di setiap sekolah.
“Pemetaan ini penting agar kita tahu kebutuhan sebenarnya. Termasuk bagaimana mendekatkan guru dengan tempat tinggalnya serta melihat kecukupan tenaga pendidik di tiap sekolah,” ujarnya usai peringatan Hardiknas ke-67 di Lapangan Desa Sioyong, Kecamatan Dampelas, Sabtu (2/5/2026).
Ia mengungkapkan, kekurangan guru masih menjadi persoalan serius, terutama di jenjang SMP yang membutuhkan tenaga pengajar mata pelajaran tertentu. Bahkan, terdapat sekolah yang hanya memiliki tiga guru sehingga proses belajar tidak berjalan optimal.
“Kalau guru SD relatif lebih fleksibel karena guru kelas. Tapi kalau SMP, harus dilihat apakah ada kebutuhan mata pelajaran di sekolah tujuan,” jelasnya.
Selain penataan tenaga pendidik, Disdikpora juga mendorong digitalisasi melalui dua aspek, yakni kepegawaian dan pembelajaran. Sistem digital kepegawaian memungkinkan guru mengurus administrasi tanpa meninggalkan tugas mengajar.
“Selama ini guru bisa menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk urus administrasi. Dengan sistem digital, itu bisa dilakukan dari sekolah masing-masing,” ungkap Ansyar.
Untuk pembelajaran, pemerintah daerah bekerja sama dengan Google serta memperkuat komunitas belajar seperti MGMP dan KKG guna meningkatkan kompetensi guru.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia dalam mengadopsi teknologi.
“Masih ada yang belum familiar, tapi ini akan terus kita dorong karena menjadi kebutuhan ke depan,” tambahnya.
Perhatian juga diberikan kepada guru di wilayah terpencil dan kepulauan, termasuk evaluasi penerimaan tunjangan daerah terpencil dan kendala transportasi.
“Kita tidak ingin mengambil keputusan tanpa melihat langsung kondisi di lapangan. Saya berencana turun langsung ke wilayah kepulauan Kecamatan Sojol,” tegasnya.
Pemkab Donggala berharap penataan berbasis data dan digitalisasi ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara merata serta meringankan beban administratif guru agar lebih fokus pada proses belajar mengajar.
Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Donggala, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara
Editor : Redaksi