Inpres Irigasi Palolo Dukung Ketahanan Pangan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Rehabilitasi saluran irigasi di Kecamatan Palolo sudah bisa digunakan para petani untuk mengairi lahan persawahan (foto : agus_beritaformat)
Rehabilitasi saluran irigasi di Kecamatan Palolo sudah bisa digunakan para petani untuk mengairi lahan persawahan (foto : agus_beritaformat)

Pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi melalui program Instruksi Presiden (Inpres) di wilayah Kecamatan Palolo menjadi langkah strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Program yang bersumber dari APBN 2025 tahap III ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu di empat desa, salah satunya Desa Ampera, dengan pelaksana pekerjaan PT Nindya Karya.

Kepala Desa Ampera, Muhlis, mengatakan saluran irigasi tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena mengalirkan air dari dua sungai utama, yakni Sungai Menusi dan Sungai Salili, yang menjadi sumber pengairan lahan pertanian warga.

“Sebelumnya kondisi saluran tidak memadai untuk pengairan, sementara petani menanam palawija. Setelah direhabilitasi, petani sangat bersyukur karena aliran air kini jauh lebih baik,” ujar Muhlis, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, luas sawah produktif di Desa Ampera sebelumnya mencapai sekitar 600 hektare, namun kini tersisa sekitar 300 hektare, seiring peralihan sebagian petani ke sektor hortikultura.

Muhlis berharap masyarakat dapat memanfaatkan dan merawat saluran irigasi yang telah dibangun, termasuk melakukan perawatan secara swadaya apabila terjadi kerusakan.

“Irigasi ini dibuat untuk kepentingan kita bersama. Jika dirawat dengan baik, manfaatnya juga kembali ke masyarakat,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Desa Ampera juga berharap adanya perhatian lanjutan dari pemerintah daerah terkait pembangunan bendung pengatur air di hulu Sungai Menusi dan Sungai Salili.

“Tanpa bendung, sering terjadi gesekan antar pengguna air, terutama saat buka-tutup aliran ke persawahan. Kami berharap bendung dapat dibangun agar distribusi air lebih adil dan terkontrol,” pungkas Muhlis.

Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Palu, Sulawesi Tengah
Sumber: Liputan