Di Balik Etalase Daging: Cara LAMITRA Membangun Kepercayaan Lewat Standar Butcher Profesional

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Karyawan Lamitra dan pelanggan Lamitra, menunjukan kehangatan dan kearaban usai mengikuti praktik pemotongan daging (foto : destiana_beritaformat)
Karyawan Lamitra dan pelanggan Lamitra, menunjukan kehangatan dan kearaban usai mengikuti praktik pemotongan daging (foto : destiana_beritaformat)

Di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan dan kualitas produk hewani, bisnis daging tak lagi cukup mengandalkan tampilan segar di etalase. Standar pengolahan, kebersihan, hingga transparansi proses kini menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pasar.

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi Toko Daging LAMITRA, unit usaha di bawah PT Harmoni Mitra Inovindo, menggelar Butcher Training Class di Honeyland, Sentul, Kabupaten Bogor, Minggu (31/1/2026). Pelatihan ini bukan sekadar agenda internal, melainkan bagian dari strategi bisnis pangan untuk memastikan kualitas produk terjaga dari hulu ke hilir.

Berbeda dari pelatihan pada umumnya, LAMITRA melibatkan tidak hanya karyawan, tetapi juga sejumlah klien dan pelanggan setia. Pendekatan ini menjadi penanda perubahan cara pelaku usaha pangan membangun relasi dengan konsumen dari sekadar transaksi, menuju keterbukaan proses.

“Kepercayaan konsumen tidak dibangun dari klaim, tetapi dari pemahaman bersama terhadap standar yang diterapkan,” demikian filosofi yang tercermin dalam pelatihan tersebut.

Kegiatan ini menghadirkan dua praktisi dapur profesional, Chef Sugianto (Chef Ugi) selaku Executive Sous Chef dan Chef Alfian dari Alana Hotel Bogor. Keduanya memberikan pembekalan mulai dari prinsip higiene dan sanitasi, pengenalan karakteristik daging, hingga teknik pemotongan berdasarkan arah serat untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.

Tak hanya aspek teknis, peserta juga dibekali keterampilan trimming dan portioning agar potongan daging seragam dan efisien, serta pemahaman tentang pengemasan, pelabelan, dan manajemen penyimpanan. Rangkaian proses ini menjadi elemen krusial dalam rantai bisnis daging, terutama bagi pelaku usaha yang menyasar pasar ritel modern dan konsumen rumah tangga yang kian kritis.

Bagi LAMITRA, pelatihan butcher bukan agenda sesaat. Program ini dirancang berkelanjutan sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga konsistensi mutu produk. Dengan membuka ruang edukasi bagi karyawan dan pelanggan, perusahaan ingin memastikan bahwa kualitas yang ditawarkan dapat dipahami, diuji, dan dipercaya.

Di tengah persaingan bisnis pangan yang semakin ketat, langkah ini menunjukkan bahwa standar pengolahan bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan modal reputasi. Bagi konsumen, transparansi menjadi jaminan. Bagi pelaku usaha, profesionalisme menjadi kunci keberlanjutan.

Kontributor: Destiana
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Bogor, Jawa Barat
Sumber: Liputan