Irigasi Tersier Inpres 2/2025 Hidupkan Sawah Terdampak Likuifaksi di Sigi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Jaringan irigasi tersier Desa Sidera sudah siap di fungsikan untuk mengaliri lahan perkebunan dan sawah warga (foto : agus_beritaformat)
Jaringan irigasi tersier Desa Sidera sudah siap di fungsikan untuk mengaliri lahan perkebunan dan sawah warga (foto : agus_beritaformat)

Program penanganan jaringan irigasi tersier melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu mulai direalisasikan di tujuh lokasi di Kabupaten Sigi. Program ini ditujukan untuk menghidupkan kembali lahan pertanian yang rusak akibat bencana dan likuifaksi tahun 2018, khususnya di Daerah Irigasi (D.I) Gumbasa.

Kepala Pengamat D.I Gumbasa, Agus Sudiono, mengatakan pembangunan irigasi tersier dilakukan dengan sistem swakelola dan tersebar di wilayah Kecamatan Sigi Biromaru dan Kecamatan Dolo.

“Saluran tersier ini dibangun di lahan yang sebelumnya belum memiliki jaringan irigasi atau belum bisa dikelola secara optimal oleh petani,” ujar Agus, Rabu (24/12).

Ia menjelaskan, keberadaan jaringan tersier tersebut diharapkan mampu meningkatkan indeks tanam (IP) petani secara signifikan, dari kondisi sebelumnya nol persen menjadi IP 300 persen.

“Kami berharap kelompok tani dan P3A memanfaatkan saluran yang sudah dibangun sebaik mungkin serta menjaga fasilitas dan aset irigasi yang ada,” tegasnya.

Agus menambahkan, pembangunan saluran tersier di Desa Karawana memiliki panjang sekitar 180 meter sebagai lanjutan kegiatan sebelumnya, sekaligus dilakukan perapihan di sepanjang sisi saluran. Sementara di Desa Sidera, saluran dibangun sepanjang kurang lebih 200 meter untuk mengatasi kekurangan air di wilayah hilir.

“Ke depan masih dibutuhkan pemasangan pintu air sebagai pembagi aliran lurus dan ke kanan. Tanpa pintu box, pembagian air cukup sulit,” jelasnya.

Terkait usulan petani di lokasi lain yang belum memiliki saluran tersier, Agus memastikan pembangunan akan berlanjut pada tahun depan, dengan penyesuaian mekanisme mengingat keterbatasan ruang karena area kiri dan kanan telah menjadi lahan sawah.

“Banyak lokasi mengusulkan saluran tersier, namun belum bisa dikerjakan tahun ini. Insyaallah tahun depan akan kita perbaiki dan lanjutkan,” pungkasnya.

Reporter: Agus
Editor: W13D
Kategori: Ekonomi
Lokasi: Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber: Wawancara