Menu MBG Diduga Tercemar Telur Lalat, Walimurid RA Al Kautsar Protes Keras
Seorang walimurid RA Al Kautsar mengeluhkan temuan telur lalat dan ulat sayur pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa pada Rabu (11/12/2025). Akibat temuan tersebut, sejumlah anak disebut enggan memakan jatah makan siang mereka.
Keluhan ini memicu perhatian publik, terutama terkait kualitas kebersihan makanan anak usia dini.
Terpisah, pihak SPPG Ketemasdungus melalui Kepala Dapur, Taufik Nur Hamid, menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan dan penyajian menu telah dilakukan sesuai SOP ketat. Taufik menunjukkan langsung proses penyajian kepada awak media untuk membuktikan tidak adanya potensi kelalaian di dapur.
“Semua proses di dapur sudah sesuai SOP. Tidak ada celah kesalahan dalam penyajian. Dugaan kami, kontaminasi terjadi setelah ompreng dibuka di sekolah namun, tetap akan kami lakukan klarifikasi ke pihak sekolah. Telur yang ditemukan menunjukkan itu baru saja ditinggalkan lalat. Meski begitu, kami tetap akan evaluasi dan memberikan edukasi kepada PIC agar kebersihan lingkungan makin terjaga", terangnya.
Menurutnya, penyajian MBG dimulai sejak pukul 03.00 WIB dan setiap langkah dikontrol ketat sebelum makanan dikirim ke penerima manfaat.
Ia menduga, kontaminasi terjadi ketika ompreng makanan sudah dibuka di lingkungan RA Al Kautsar, bukan saat dipersiapkan di dapur.
“Kalau kita lihat dari bentuk telurnya, itu baru saja ditinggalkan lalat. Bila lebih dari dua jam, telur itu pasti sudah menyebar dan berubah jadi larva. Terkait adanya anak yang tidak mau makan, tadi sudah sempat disampaikan PIC Al Kautsar, Eliana makanan sudah diganti karena kebetulan ada salah satu siswa yang tidak masuk sekolah," kata Taufik.
Kendati demikian, Taufik memastikan bahwa SPPG tetap akan melakukan evaluasi internal serta memberi edukasi tambahan kepada PIC (Person In Comand) agar pengawasan kebersihan di lingkungan sekolah lebih diperketat.
Disaat yang sama, Akhiyat, penanggung jawab SPPG Ketemasdungus juga menyampaikan kepada awak media jika, dirinya terbuka atas semua saran dan masukan untuk keamanan dan kenyamanan anak-anak
“Kami sangat terbuka terhadap evaluasi dan masukan. Yang terpenting adalah keamanan dan kenyamanan anak-anak. Kami akan perkuat koordinasi dengan pihak sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.” pungkasnya.
Reporter: Redaksi
Editor: W13D
Kategori: Pendidikan
Lokasi: Mojokerto, Jawa Timur
Sumber: Aduan Masyarakat
Editor : Redaksi