Turnamen Panggalan di Wotanmas Jedong Hidupkan Kembali Tradisi Gasing Leluhur

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Seluruh peserta bersama Camat Ngoro, Kepala Desa Watonmas Jedong dan panitia berswafoto menandai berakhirnya turnamen gasing ( foto : sumolewo_beritaformat)
Seluruh peserta bersama Camat Ngoro, Kepala Desa Watonmas Jedong dan panitia berswafoto menandai berakhirnya turnamen gasing ( foto : sumolewo_beritaformat)

Permainan gasing atau panggalan (red_gasing) telah dikenal sejak ratusan tahun lalu sebagai permainan rakyat Nusantara yang diwariskan turun-temurun. Pada masa lampau, gasing dibuat dari kayu pilihan dan dimainkan dengan teknik putaran menggunakan tali. Permainan ini kerap menjadi sarana berkumpul, ajang ketangkasan, serta hiburan selepas warga pulang dari ladang. Seiring berkembangnya zaman dan dominasi permainan modern, panggalan sempat memudar dari kehidupan anak-anak desa.

Namun tradisi itu kembali berputar di Desa Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, melalui Turnamen Panggalan yang telah dimulai sejak Agustus lalu. Kegiatan ini digagas oleh Abdul Wahid, tokoh pemuda desa setempat, dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Wotanmas Jedong. Total lebih dari 160 peserta ikut ambil bagian, terdiri dari 100 lebih peserta dewasa dan 60 anak-anak, menjadikan turnamen ini salah satu yang paling ramai di wilayah tersebut.

Final turnamen resmi dibuka oleh Camat Ngoro, Satrio Wahyu Utomo, S.IP, M.Si., yang mengapresiasi langkah kreatif pemuda dan pemerintah desa dalam merawat warisan budaya.

"Panggalan bukan hanya permainan, tetapi identitas budaya yang harus dijaga. Kami bangga Wotanmas Jedong menghidupkan kembali tradisi ini dengan kemasan kompetisi yang positif," kata Satrio saat memberikan sambutan. Jumat (5/12/2025)

Kepala Desa Wotanmas Jedong, Anang Wijayanto, menegaskan bahwa turnamen ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah pembinaan generasi muda agar tidak tergerus budaya digital.

"Anak-anak sekarang banyak tenggelam dalam gadget. Melalui turnamen ini, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan dan memperkenalkan permainan leluhur," ujarnya.

Sementara penggagas turnamen, Abdul Wahid, berharap panggalan dapat menjadi agenda tahunan dan mampu memantik semangat pelestarian permainan tradisional di desa.

"Antusias masyarakat luar biasa. Ini bukti panggalan masih dicintai. Kami ingin tradisi ini terus berputar, mengakar lagi di hati warga," ungkapnya.

Para peserta akan memperebutkan hadiah uang tunai Rp1.000.000 untuk juara 1, Rp500.000 untuk juara 2, dan Rp250.000 untuk juara 3. Sorak dukungan warga menghiasi setiap pertandingan, menjadikan lapangan desa tidak hanya sebagai arena kompetisi, tetapi juga tempat nostalgia yang menghadirkan kembali denyut budaya lokal.

Turnamen panggalan di Wotanmas Jedong bukan sekadar lomba, ia adalah upaya nyata menjaga tradisi agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi.

Reporter: Sumolewo
Editor: W13Do
Kategori: Olahraga
Lokasi: Mojokerto, Jawa Timur
Sumber: Liputan