Warga Bolano Tengah Siap Pasang Badan Tolak Penggusuran Tanpa Ganti Rugi
Sejumlah warga Desa Bolano Tengah, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, mengeluhkan rencana relokasi yang akan dilaksanakan pemerintah desa berdasarkan surat pemberitahuan dengan batas waktu hingga Minggu, 30 November 2025, (red_hari ini). Relokasi tersebut berkaitan dengan pembangunan Kampung Nelayan yang merupakan program Kementerian terkait dengan anggaran sekitar Rp.24 miliar.
Warga terdampak sekitar 10 rumah menyatakan, mereka bukan menolak pembangunan fasilitas, namun menuntut adanya kejelasan terkait ganti rugi bangunan. Mereka menilai pemerintah desa hanya menyiapkan lahan relokasi, namun tidak memberikan biaya untuk membangun kembali rumah mereka.
“Kami bukan menolak pembangunan Kampung Nelayan. Tapi kalau rumah kami digusur tanpa ganti rugi, kami mau tinggal dimana? Untuk makan saja kami susah, apalagi bangun rumah baru,” ujar salah satu warga inisial A kepada wartawan.
Warga bahkan menyatakan siap mempertaruhkan nyawa apabila penggusuran dipaksakan.
“Jika dipaksa digusur tanpa ganti rugi, kami siap mati,” tegas beberapa warga yang terdampak relokasi.
Dikonfirmasi pada 24 November 2025, Kepala Desa Sabran Marwan menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan merupakan program kementerian. Pihak desa telah menyiapkan lahan relokasi, namun ganti rugi bangunan tidak termasuk dalam anggaran.
“Lahan relokasi sudah kami siapkan. Tapi untuk ganti rugi bangunan, dari dinas memang tidak ada anggarannya. Jika masyarakat tetap meminta biaya pemindahan atau ganti rugi, kami akan koordinasikan dengan dinas,” jelasnya.
Terpisah, saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp, salah seorang pembina perikanan, Irpani, menyampaikan bahwa pihaknya hanya mendampingi proses dan meminta wartawan mengonfirmasi langsung kepala desa.
“Saya masih di Parigi. Untuk lebih jelas silakan konfirmasi ke kepala desa, kami hanya mendampingi,” singkatnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian pemerintah terkait skema kompensasi agar proses relokasi dapat berjalan tanpa konflik. Pemerintah desa menyatakan siap berkoordinasi dengan dinas terkait jika tuntutan warga dianggap layak dibahas lebih lanjut.
Reporter: Asri
Editor: W13D
Kategori: Daerah
Lokasi: Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Sumber: Aduan Warga
Editor : Redaksi