Jelang Kongres XII, HAM-LUTIM Batara Guru Luncurkan Logo Baru Bernuansa Budaya Suku Padoe
Menyambut pelaksanaan Kongres Himpunan Mahasiswa Luwu Timur Batara Guru (HAM-LUTIM BTG) ke-XII pada Desember 2025 mendatang, panitia resmi meluncurkan logo baru sebagai identitas utama kegiatan yang tahun ini kembali digelar di Kabupaten Luwu Timur.
Ketua Panitia Kongres, Muh. Hidayat Raslim, menjelaskan bahwa seluruh kader HAM-LUTIM BTG dari berbagai kampus di Kota Palopo akan berkumpul di Luwu Timur untuk menunaikan agenda konstitusional organisasi, mulai dari perumusan regulasi hingga pemilihan kepemimpinan baru.
Hidayat menegaskan bahwa pemilihan Luwu Timur sebagai lokasi kongres membawa pesan penting.
“Kongres kali ini dirangkaikan dengan Sarasehan dan Silaturahmi Lintas Generasi. Grand tema kami adalah: Membaca Ulang Masa Depan Kawasan Industri, Ketergantungan Ekonomi, Krisis Pendidikan, dan Tantangan Pengelolaan SDA,” ujarnya.
Lebih lanjut Hidayat menyampaikan jika kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang konsolidasi mahasiswa dan pemuda Luwu Timur untuk merumuskan peran strategis daerah sebagai kawasan industri pertambangan, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan alumni dan pemerintah daerah.
“Kongres ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi ruang refleksi besar bagi pemuda untuk memikirkan masa depan Luwu Timur sebagai kawasan industri strategis.” tegasnya.
Dalam momen peluncuran logo, desain resmi kongres, Rihal Tamsin, memaparkan filosofi visual yang diangkat. Tahun ini, HAM-LUTIM BTG memilih simbol budaya Suku Padoe, yang direpresentasikan melalui instrumen dan atribut yang digunakan dalam Tari Moriringgo.
Menurutnya, pilihan ini merupakan strategi kultural untuk memperkenalkan salah satu dari 12 anak suku dalam struktur etnohistoris Kedatuan Luwu, yang memiliki akar kuat di Luwu Timur.
“Kami ingin membawa simbol budaya ini ke ruang publik sebagai penegasan peran ilmiah dan moral organisasi dalam merawat serta mengangkat pengetahuan budaya lokal,” ungkap Rihal.
Logo Kongres XII menampilkan perpaduan empat elemen budaya Suku Padoe, yaitu Pasapu (ikat kepala), Kanta (perisai), Ponai (pedang panjang), dan Kasai (tombak). Keempat simbol tersebut memiliki filosofi mendalam:
Pasapu melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
Kanta sebagai perlindungan diri pada masa perang.
Ponai sebagai senjata pertahanan.
Kasai sebagai alat berburu dan berperang.
“Simbol Suku Padoe kami pilih sebagai upaya merawat tradisi lokal dan memperkenalkan identitas budaya Luwu Timur kepada publik luas.”
Dengan peluncuran logo ini, HAM-LUTIM BTG menegaskan identitas kultural sekaligus kesiapan menyambut agenda besar organisasi pada akhir tahun.
Reporter : Aswin/Boed
Editor : W13D
Kategori : Pendidikan
Lokasi : Luwu Timur, Sulawesi Selatan
Sumber : Humas Panitia Konggres
Editor : Redaksi