Penyaluran BLT di Sambiroto Disorot: Dana Miliaran Dibawa Tanpa Pengamanan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Gambar ilustrasi redaksi berita format
Gambar ilustrasi redaksi berita format

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/11), memantik kritik dari perangkat desa dan warga. Sorotan terutama tertuju pada minimnya pengamanan dalam proses distribusi yang dilakukan PT Pos Indonesia sebagai pelaksana penyaluran.

Kepala Desa Sambiroto, Ahmad Farid Ainul Alwi, menilai PT Pos Indonesia tidak menerapkan standar keamanan yang kurang layak, terutama karena nominal dana yang dibawa mencapai angka miliaran rupiah.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. PT Pos Indonesia yang dipercaya menyalurkan bantuan datang tanpa pengamanan, padahal uang yang dibawa itu tidak sedikit,” ujar Farid.

Menurut Farid, setiap penerima BLT Kesra menerima Rp.900 ribu, sementara jumlah penerima di desanya tercatat lebih dari seribu orang. Total nilai bantuan pun menembus angka miliaran, namun pengamanannya dinilai tidak sebanding dengan risiko.

“Kalau ditotal, itu bukan nominal yang kecil. Kenapa PT Pos Indonesia tidak melibatkan pihak terkait untuk pengamanan? Uang sebanyak itu hanya dimasukkan dalam tas, dibawa naik sepeda motor. Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.

Ia berharap PT Pos Indonesia dan pemerintah lebih serius memperhatikan aspek keamanan agar penyaluran bantuan berikutnya berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur.

Menanggapi polemik tersebut, Manager Executive PT Pos Indonesia Kantor Cabang Mojokerto, Krisna, memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi sebelum pelaksanaan penyaluran BLT.

“Sebelum kegiatan penyaluran bantuan langsung tunai dilaksanakan, kami sudah mengirimkan surat tembusan ke Polres Mojokerto,” pungkas Krisna.

Reporter: Redaksi
Editor: W13D
Kategori: Peristiwa
Lokasi: Mojokerto, Jawa Timur
Sumber: Wawancarao