Dua SMA di Buol Terima Revitalisasi APBN 2025, Kepala Sekolah Harap Ada Asrama dan Pagar

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kondisi salah satu bangunan ruang kelas yang mengalami revitalisasi) (dollforob
Kondisi salah satu bangunan ruang kelas yang mengalami revitalisasi) (dollforob

Selasa, 21 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Buol, Sulawesi Tengah | Kategori; Pendidikan | Penulis; Agus

Dua sekolah menengah atas di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, SMAN 1 Bokat dan SMAN 1 Momunu mendapat bantuan revitalisasi sarana pendidikan dari APBN 2025 melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen).

Kepala SMAN 1 Bokat, Masitha, S.Pd, menyampaikan bahwa sekolahnya memperoleh bantuan untuk rehabilitasi 10 ruang kelas, ruang administrasi, laboratorium IPA, laboratorium komputer, dan mushola, dengan total anggaran mencapai Rp 2 miliar.

“Sebenarnya kami juga dapat tiga bangunan baru yaitu, WC, ruang BK, dan ruang kantor, tapi tertunda karena sertifikat tanah dari BPN belum keluar,” jelas Masitha, Sabtu (18/10) lalu.

Ia menambahkan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 50,23%, dan sedang diajukan untuk pencairan tahap kedua. Meski bersyukur atas bantuan tersebut, Masitha berharap pemerintah juga memperhatikan kebutuhan asrama siswa dan pagar sekolah.

“Banyak siswa berasal dari Desa Poongan. Saat musim hujan mereka ke sekolah sudah basah kuyup, pulangnya pun sering lewat magrib. Kami harap bisa dibantu asrama agar mereka tidak kesulitan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Momunu, Nurhayati, S.Sos, mengungkapkan sekolahnya mendapatkan pembangunan gedung UKS dan ruang BK dengan pagu anggaran Rp 271 juta. Karena keterbatasan lahan, pembangunan dilakukan di area depan ruang kelas.

“Kami sudah tak punya lahan untuk pengembangan. Ke depan, kami harap pembangunan bisa dibuat dua lantai agar ruang belajar dan fasilitas pendukung bisa terpenuhi,” kata Nurhayati.

Nurhayati juga mengungkapkan sejumlah kendala akses siswa dari desa-desa terisolir seperti Desa Maniala, Suraya, Panimbul, Wakat, dan Pomayagon, terutama saat banjir. Ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan asrama dan pengadaan bus sekolah agar siswa dari wilayah jauh tetap bisa bersekolah.

“Asrama bisa jadi solusi agar siswa yang jauh bisa tetap belajar dengan baik. Kalau tidak, banyak yang terhambat karena faktor jarak dan ekonomi,” harapnya.

Program revitalisasi sekolah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat pemerataan mutu pendidikan dan fasilitas belajar di wilayah pelosok, sekaligus mendukung terciptanya generasi emas Indonesia 2045.