HIMASAL Kediri Raya Kecam Tayangan Trans7, Nilai Lecehkan Marwah Kiai dan Pesantren

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Puluhan santri alumni lirboyo yang tergabung dalam HIMASAL Kediri Raya saat melakukan aksi damai dan doa bersama didepan Polres Kediri Kota (foto : Q_risna/beritaformat.com)
Puluhan santri alumni lirboyo yang tergabung dalam HIMASAL Kediri Raya saat melakukan aksi damai dan doa bersama didepan Polres Kediri Kota (foto : Q_risna/beritaformat.com)

Sabtu, 18 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Kediri, Jawa Timur | Kategori; Peristiwa | Penulis; Q_risna

Ratusan santri yang tergabung dalam Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Kediri Raya menggelar aksi damai dan doa bersama di Masjid Polres Kediri Kota, Kamis (16/10). Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan solidaritas terhadap tayangan salah satu program televisi nasional yang dianggap melecehkan marwah para kiai dan pesantren.

Dalam pernyataan sikap resmi, HIMASAL Kediri Raya menegaskan empat poin utama.
1. Mengecam keras tayangan Trans7 yang dinilai tidak menghormati nilai-nilai luhur pesantren dan para kiai.
2. HIMASAL menuntut permintaan maaf langsung dari pemilik Trans7, Senu Tanjung, kepada Romo KH. Muhammad Anwar Mansyur, sebagai bentuk tanggung jawab moral.
3. Mendesak agar pihak-pihak yang terlibat dalam produksi dan penyiaran tayangan tersebut diproses secara hukum sesuai peraturan yang berlaku.
4. HIMASAL mengajak seluruh media nasional untuk lebih banyak menampilkan tayangan positif tentang kehidupan pesantren dan perjuangan para santri dalam membangun moral bangsa.

Ketua HIMASAL Kediri Raya, KH. Ahmad Zainul Muttaqin, menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk perlawanan, melainkan seruan moral untuk menjaga kehormatan pesantren dan para kiai.

“Kami hanya ingin mengingatkan, pesantren bukan bahan candaan. Di sana ada kehormatan para guru dan ulama yang membimbing umat dengan ikhlas,” tegas KH. Zainul.

Doa bersama berlangsung khidmat dan damai, diikuti lantunan tahlil serta istighotsah. Para peserta juga membentangkan spanduk bertuliskan seruan agar media lebih bijak dalam menyiarkan konten publik.

Sementara itu, salah satu pengurus HIMASAL lainnya, Ustaz Hasyim Ridwan, menilai tindakan Trans7 menunjukkan rendahnya sensitivitas media terhadap nilai-nilai keagamaan.

“Media punya peran besar membentuk opini masyarakat. Jangan sampai justru menodai martabat tokoh agama yang berjasa besar bagi bangsa ini,” ujarnya.

Aksi damai HIMASAL menjadi peringatan moral bagi insan pers untuk terus mengedepankan etika jurnalistik, kearifan budaya, dan nilai keislaman dalam setiap karya tayangan.

“Kami ingin menjaga agar pesantren tetap menjadi benteng moral bangsa,” tutup KH. Zainul.