Wacana Pemekaran Donggala Utara Menguat, Warga Desak Pemerataan Pelayanan dan Pembangunan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Gambar ilustrasi Redaksi beritaformat
Gambar ilustrasi Redaksi beritaformat

Jumat, 17 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Donggala, Sulawesi Tengah | Kategori; Daerah | Penulis; Anjasman

Harapan masyarakat untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan pemerataan pembangunan di wilayah utara Kabupaten Donggala kini semakin menguat. Wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Donggala Utara kembali menggema dan mendapat dukungan luas dari masyarakat di lima kecamatan.

Rencana pemekaran ini mencakup Kecamatan Balaesang, Balaesang Tanjung, Dampelas, Sojol, dan Sojol Utara — wilayah yang dinilai memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam, ekonomi, dan sosial-budaya untuk menopang berdirinya kabupaten baru.

Semangat masyarakat Donggala bagian utara tergambar jelas dari berbagai rapat dan pertemuan tokoh masyarakat yang terus mendorong percepatan proses pemekaran. Mereka menilai, pemekaran bukan sekadar soal administrasi, melainkan tentang keadilan pembangunan dan pemerataan pelayanan publik.

“Pemekaran ini bukan soal politik, tapi soal keadilan pembangunan. Kami ingin merasakan pelayanan yang cepat, infrastruktur yang merata, dan perhatian pemerintah yang lebih dekat,” ujar salah satu tokoh masyarakat Dampelas.

Selama ini, jarak yang jauh dari pusat pemerintahan Donggala menjadi kendala utama bagi warga utara. Untuk mengurus administrasi, layanan kesehatan, atau urusan birokrasi lainnya, masyarakat harus menempuh perjalanan berjam-jam. Kondisi ini membuat pelayanan publik berjalan lambat dan tidak efisien.

Selain aspek pelayanan, wilayah utara Donggala juga memiliki kekayaan alam melimpah, mulai dari perikanan, pertanian, hingga wisata pantai dan pegunungan, yang berpotensi menjadi sumber ekonomi baru jika dikelola oleh pemerintahan yang lebih fokus dan mandiri.

Dukungan pemekaran kini juga datang dari kalangan pemuda dan tokoh masyarakat lintas kecamatan yang aktif membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi maupun pusat. Mereka yakin, perjuangan ini adalah bagian dari mewujudkan masa depan Donggala Utara yang lebih maju dan berdaya saing.

“Kami akan terus berjuang. Ini bukan perjuangan satu dua orang, tapi seluruh masyarakat Donggala Utara. Kami ingin berdiri sejajar dengan daerah lain yang sudah lebih maju,” tegas salah satu tokoh pemuda Balaesang Tanjung.

Langkah menuju pemekaran memang membutuhkan proses panjang dan pemenuhan syarat administratif sesuai peraturan perundang-undangan. Namun semangat masyarakat yang tidak pernah surut menjadi modal utama untuk memperjuangkan lahirnya Kabupaten Donggala Utara sebagai daerah otonomi baru.

Dengan semboyan “Berjuang, Berjuang, Berjuang,” masyarakat Donggala Utara menatap masa depan dengan penuh keyakinan — bahwa perjuangan ini bukan hanya tentang batas wilayah, melainkan tentang keadilan, pelayanan, dan kemajuan bersama.