Bupati Donggala Tindak Tegas Kasus Video Asusila, Kades Sibualong Diberhentikan Sementara
Kamis, 16 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Donggala, Sulawesi Tengah | Kategori; Peristiwa | Penulis; Asri
Puluhan warga Desa Sibualong, Kecamatan Balaesang, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Moral Sibualong (FMPM-S), mendatangi Kantor Bupati Donggala dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) pada Rabu (15/10). Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat terhadap kasus video asusila yang diduga melibatkan Kepala Desa Sibualong.
Sekitar 40 warga datang dengan membawa spanduk dan surat resmi yang ditujukan kepada Bupati Donggala untuk menyampaikan keresahan serta menuntut ketegasan pemerintah daerah.
Sekretaris FMPM-S, Moh. Tahir, menjelaskan bahwa aksi ini digelar secara tertib dan damai, dengan tujuan untuk mendengar langsung sikap Bupati Donggala terkait kasus yang telah meresahkan masyarakat.
“Kami datang dengan niat baik, ingin mendengar langsung sikap Bupati Donggala terkait persoalan ini. Masyarakat Sibualong resah dan menunggu langkah tegas pemerintah,” ujar Tahir.
Menanggapi hal itu, Bupati Donggala, Vera E. Laruni, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap laporan masyarakat.
“Terhitung mulai besok (red_Kamis,15/10/2025), Kepala Desa Sibualong akan diberhentikan sementara dari jabatannya hingga yang bersangkutan mampu membuktikan bahwa video viral tersebut bukan dirinya,” tegas Bupati Vera.
Bupati menambahkan, pihaknya akan segera mengundang Kepala Desa Sibualong, BPD, dan Camat Balaesang untuk menerima Surat Keputusan (SK) pemberhentian sementara.
“Besok kami akan mengundang langsung Kepala Desa Sibualong, BPD Sibualong, dan Camat Balaesang untuk menerima SK Bupati tentang pemberhentian sementara tersebut,” jelasnya.
Vera berharap, langkah tersebut menjadi bukti ketegasan pemerintah dalam menjaga marwah dan moralitas aparatur desa di Kabupaten Donggala, sekaligus memastikan proses pemeriksaan berjalan adil dan transparan.
Kunjungan warga Sibualong berjalan tertib dan aman dengan pengamanan dari aparat Polres Donggala. Masyarakat berharap kasus ini segera mendapat titik terang tanpa menimbulkan perpecahan di lingkungan desa.
Editor : Redaksi