Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Muara Jaya, Warga Gelar Aksi Tuntut Transparansi
Senin, 13 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah | Kategori; Peristiwa | Penulis; Asri
Gelombang protes warga Desa Muara Jaya, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, pecah pada Jumat (11/10) lalu. Mereka menuntut transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa yang diduga disalahgunakan oleh oknum kepala desa.
Salah satu sumber warga yang enggan disebutkan namanya, Mawar (nama samaran), mengungkapkan bahwa tuntutan masyarakat dalam aksi tersebut benar adanya. Ia menjelaskan bahwa banyak penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2023 dan 2024 yang belum tuntas, bahkan ada dugaan pemotongan dana saat penyaluran.
“Kami ikut mendampingi pemeriksaan dari Kejaksaan Negeri Tinombo. Banyak temuan di lapangan, termasuk aset desa seperti meja tenis dan proyek fisik yang tidak selesai. Ada juga kegiatan drainase dengan anggaran lebih dari Rp80 juta yang terbengkalai,” ujar Mawar.
Ia menambahkan, selama ini setiap pembangunan fisik tidak pernah dilengkapi papan informasi proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui besaran anggaran dan volume pekerjaan.
“Penyaluran BLT tahun 2025 juga sedang diperiksa langsung oleh Kejaksaan kepada penerima di kantor desa. Bahkan, yang tidak hadir didatangi langsung ke rumahnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mawar menyebut adanya kejanggalan dalam pengelolaan keuangan desa. Menurutnya, pencairan tahap pertama tahun 2025 hanya digunakan untuk gaji aparat dan imam desa, sementara sejumlah program prioritas seperti rumah tidak layak huni, ketahanan pangan, BUMDes, dan BLT yang sudah tertera dalam RKPDes tidak jelas realisasinya.
“Kalau dibilang ada dugaan ratusan juta yang diselewengkan, mungkin saja benar. Karena dari kinerja oknum kepala desa, memang banyak kejanggalan,” pungkasnya.
Salah satu pengurus BPD Desa Muara Jaya, inisial NL, membenarkan adanya aksi warga sebagai bentuk kekecewaan terhadap dugaan penyalahgunaan dana desa.
“Itu bentuk keresahan masyarakat. Karena sejak tahun anggaran 2022 hingga 2024, sudah ada temuan dari Inspektorat senilai ratusan juta rupiah,” jelas NL saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (11/10) lalu usai aksi demo di Kantor Desa Muara Jaya.
Menurutnya, masyarakat merasa tidak puas karena melihat langsung di lapangan bahwa banyak proyek fisik dan pemberdayaan tidak terealisasi dari tahun ke tahun.
“Sejak kepala desa menjabat, yang terealisasi hanya sebagian kecil saja. Sisanya tidak jelas,” tambah NL.
Sementara itu, Kepala Desa Muara Jaya, Ahmad, ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, belum memberikan keterangan resmi terkait temuan kerugian negara ratusan juta rupiah tersebut.
“Iya, Pak. Sabar dulu, nanti saya jelaskan dan berikan tanggapan. Soalnya saya lagi tidak sehat,” tulis Ahmad, Senin (13/10/2025).
Kasus dugaan penyalahgunaan dana desa di Muara Jaya kini menjadi perhatian aparat penegak hukum. Kejaksaan Negeri Tinombo dilaporkan telah turun langsung melakukan pemeriksaan terhadap proyek fisik dan penerima BLT di desa tersebut.
Editor : Redaksi