SDN Taba Dibobol Lima Kali, Pihak Sekolah Kecewa Laporan Tak Kunjung Ditindaklanjuti Polisi
Selasa, 7 Oktober 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Pasangkayu, Sulawesi Barat | Kategori; Peristiwa | Penulis; Anjasman
Aksi pencurian kembali menimpa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Taba, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, sekolah ini kembali disatroni maling. Ironisnya, kejadian ini bukan yang pertama, sudah lima kali SDN Taba dibobol pencuri.
Kepala SDN Taba, Nurami, S.Pd, mengungkapkan bahwa dua kasus pertama terjadi saat kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya dan tidak pernah dilaporkan. Namun, sejak dirinya menjabat, tiga kasus pencurian telah dilaporkan ke Polsek Bambalamotu.
“Sudah lima kali, Pak. Waktu kepala sekolah lama, dua kali tidak dilapor. Tapi sejak saya menjabat, tiga kali sudah kami laporkan ke Polsek Bambalamotu,” ujar Nurami kepada wartawan.
Dalam kejadian terakhir pada 30 Juli 2025, pelaku membobol ruang kantor lama sekolah dan mengambil tiga kipas angin, saluran listrik, serta peralatan dapur seperti tabung gas dan dandang, dengan total kerugian mencapai sekitar Rp2 juta.
“Yang hilang kipas angin tiga, saluran sama colokan. Kalau ditaksir sekitar dua jutaan,” jelasnya.
Namun, Nurami mengaku kecewa karena laporan yang telah disampaikan belum mendapat respon nyata dari kepolisian.
“Sudah tiga kali kami lapor, tapi polisi belum pernah datang ke lokasi. Yang terakhir ini juga sudah kami laporkan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” keluhnya.
Ia menambahkan, sekolah tidak memiliki petugas keamanan sehingga kondisi lingkungan menjadi rawan pencurian, terutama pada malam hari.
“Kami tidak punya penjaga sekolah, jadi malam hari kosong. Sudah sering saya sampaikan supaya ada perhatian soal keamanan,” ungkapnya.
Nurami berharap pemerintah daerah dan kepolisian memberi perhatian lebih terhadap keamanan sekolah, termasuk pemasangan CCTV dan teralis besi untuk mencegah kejadian serupa.
“Kalau bisa dipasangi CCTV atau teralis di kantor, supaya pencuri tidak mudah masuk. Kami juga berharap ada perhatian dari pemerintah dan pihak kepolisian,” harapnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bambalamotu Aipda Rianto membenarkan bahwa laporan pencurian di SDN Taba telah diterima. Ia menyebut, rencana peninjauan ke lokasi sempat tertunda karena faktor cuaca, namun pihaknya berjanji segera menindaklanjuti.
SDN Taba diketahui memiliki 107 siswa aktif dari kelas satu hingga enam. Kondisi sekolah yang sederhana dan minim sarana membuat setiap kehilangan barang berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar.
Warga sekitar turut berharap kepolisian meningkatkan patroli malam hari di wilayah Bambaira dan Bambalamotu, agar kasus pencurian serupa tidak kembali menimpa sekolah-sekolah lainnya di Pasangkayu.
Editor : Redaksi