3 Hektar Sawah Hilang Fungsi, Petani Sigi Tagih Janji Perbaikan
Senin, 15 September 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Sigi, Sulawesi Tengah
Kategori; Ekonomi | Penulis; Agus
Puluhan petani di Desa Jono Kecamatan Dolo Selatan dan Desa Sidondo II, mengeluhkan lahan pertanian mereka yang tidak lagi bisa digarap akibat saluran irigasi tertutup material pasir sejak banjir dua tahun lalu. Akibatnya, air meluap tanpa arah dan merendam sekitar 3 hektar sawah hingga tak dapat ditanami.
Seorang petani Sidondo II menuturkan, kondisi itu membuat mereka kehilangan sumber penghidupan.
“Sudah dua tahun lebih kami tidak bisa mengelola sawah maupun kebun. Air tidak masuk ke lahan karena saluran tertutup pasir. Kami berharap ada perhatian pemerintah untuk pengerukan material agar lahan bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya, Senin (15/9/2025).
Sekretaris Desa (Sekdes) Jono, Yosep, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, saluran sekunder yang dibangun pada 2020 dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) kini tertimbun tanah dan pasir.
“Kedalaman irigasi sekitar satu meter lebih, tetapi sekarang sudah tertutup material bawaan banjir. Air tidak lagi mengikuti jalur irigasi, melainkan meluap ke sawah dan menggenangi lahan masyarakat,” jelas Yosep.
Ia menambahkan, pihak desa sudah mengajukan proposal bantuan ke Dinas PUTR Kabupaten Sigi untuk menyediakan excavator mini.
“Permohonan sudah kami masukkan agar ada pengerukan. Ini penting supaya saluran kembali normal dan lahan petani bisa diolah, sesuai program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden,” tegasnya.
Hingga kini, petani masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah agar lahan produktif yang terbengkalai bisa kembali dimanfaatkan untuk menopang ekonomi warga.
Editor : Redaksi