Lestarikan Warisan Leluhur, Warga Jantiganggong Gelar Tradisi Sedekah Bumi dan Wayangan

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kepala Desa Jantiganggong bersama Forkopimcam Perak dan jajaran staf (foto : sulistyowati_beritaformat.com)
Kepala Desa Jantiganggong bersama Forkopimcam Perak dan jajaran staf (foto : sulistyowati_beritaformat.com)

Kamis, 17 Juli 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Jombang, Jawa Timur

Kategori: Daerah | Penulis: Lies

Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar oleh masyarakat Desa Jantiganggong, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sebagai bentuk pelestarian budaya Jawa dan ungkapan syukur atas limpahan rejeki dari hasil bumi. Rangkaian acara berlangsung mulai 16 hingga 17 Juli 2025, dengan kegiatan religius hingga pagelaran wayang kulit di Balai Desa Jantiganggong.

Rangkaian acara dimulai dengan khataman Al-Qur'an dan sedekah tumpeng di area makam Desa Janti, disusul dengan pembacaan tahlil. Malam harinya, warga disuguhi pertunjukan wayang kulit sebagai puncak perayaan.

Kepala Desa Jantiganggong, Hadi Mulya, membuka acara sekaligus menyampaikan pesan pelestarian budaya. Acara turut dihadiri oleh Camat Perak (atau yang mewakili), Kapolsek Perak Supriyo, Danramil Perak Nasichin, serta kepala desa sekitar dan tokoh masyarakat.

Kades Hadi Mulya menekankan bahwa Sedekah Bumi adalah warisan leluhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Ia juga menuturkan sejarah terbentuknya Desa Jantiganggong dari penggabungan Desa Janti dan Ganggong, yang pertama kali dipimpin oleh Mbah Maejah.

“Tradisi ini bukan hanya bentuk syukur, tapi juga pengingat agar generasi muda tak tercerabut dari akar budayanya.” — Hadi Mulya, Kepala Desa Jantiganggong

Acara yang berpusat di area makam desa dan Balai Desa Jantiganggong berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan ritual keagamaan dan ditutup dengan hiburan tradisional yang melibatkan seluruh unsur masyarakat.