SMAN 1 Parigi Bantah Pungli, Tegaskan Iuran Sukarela
Senin, 14 Juli 2025 | Redaksi BERITA FORMAT | Parigimoutong, Sulawesi Tengah
Kategori: Pendidikan | Penulis: Enos/Asri
SMAN 1 Parigi membantah tudingan pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026. Tuduhan ini mencuat setelah adanya pemberitaan yang menyoroti biaya makan siswa selama MPLS. Pihak sekolah menegaskan bahwa semua biaya bersifat sukarela dan merupakan hasil kesepakatan bersama antara orang tua siswa, komite sekolah, dan pihak OSIS.
Pertemuan pada, Senin (30/6), menjelang pelaksanaan MPLS yang rencana dilaksanakan dari 1-5 Juli 2025, dihadiri Kepala Sekolah SMAN 1 Parigi, Ardin, seluruh dewan guru, pengurus komite, dan orang tua siswa baru. Pembahasan dalam pertemuan itu melahirkan solusi kolektif terkait penyediaan makanan selama MPLS. Koordinasi pengadaan makanan diserahkan kepada OSIS dan MPK, bukan pihak sekolah.
Pertanyaan orang tua terkait sarapan dan makan siang siswa selama MPLS menjadi pemicu lahirnya inisiatif makan bersama. Kepala sekolah memfasilitasi diskusi dan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada komite dan orang tua. Tidak ada paksaan atau pengelolaan dana oleh guru atau pihak sekolah.
"Tidak ada pungutan liar. Semua biaya makan berdasarkan kesepakatan bersama dan bersifat sukarela. Sekolah tidak mengelola dana sedikit pun. Semua dikoordinasi OSIS dan MPK." jelas Ardin.
Sebanyak 93 orang tua dari 324 siswa baru menyatakan kesediaan ikut program makan, dengan iuran Rp100.000 untuk makan pagi dan siang, serta Rp50.000 untuk siang saja. Program dijalankan OSIS dan MPK atas dasar permintaan, bukan kewajiban. Sementara itu, sebagian orang tua memilih menyiapkan makanan sendiri untuk anak mereka.
Terpisah, Kasi Intel Kejari Parigi Moutong, Irwanto, S.H., melalui pesan WhatsApp menyampaikan jika pihaknya akan melakukan koordinasi dan penelusuran ke lapangan.
“Siap, akan saya koordinasikan untuk klarifikasi dan penelusuran di lapangan.” terangnya.
Di hari yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng, Dr. Asrul Ahmad, S.Pd., M.Si., mengatakan jika dirinya akan menelusuri dan melakukan kroscek dilapangan agar tidak terjadi mispersepsi.
"Saya sudah teruskan ke bidang SMA untuk menelusuri. Kita harus cek fakta di lapangan agar tidak terjadi penilaian sepihak." jelasnya.
Polemik dugaan pungli di SMAN 1 Parigi kini dalam proses klarifikasi oleh pihak terkait. Sekolah tetap berkomitmen untuk menjalankan kegiatan pendidikan dengan prinsip transparansi, partisipatif, dan akuntabel.
Editor : Redaksi