7 Orang Diduga Tertimbun Longsor di Gunung Talenga, Evakuasi Terkendala Medan Berat
FORMAT PARIGIMOUTONG | Hujan deras yang mengguyur kawasan Kecamatan Bolano Lambunu sejak awal pekan ini menyebabkan longsor hebat di wilayah Gunung Talenga. Akibatnya, tujuh warga diduga tertimbun material longsoran berupa tanah, pepohonan, dan lumpur setebal hingga 3 meter dengan area terdampak seluas kurang lebih satu hektar.
Longsor diperkirakan terjadi pada awal hujan deras, namun tidak ada saksi mata yang menyaksikan langsung kejadian. Hingga saat ini, dua korban telah ditemukan dalam kondisi tertimbun, namun lima lainnya masih dalam proses pencarian.
Korban berasal dari Kecamatan Tinombo Selatan dan Kecamatan Sidoan. Dari hasil pendataan, empat korban merupakan satu keluarga (suami-istri dan dua anak). Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.
Longsor terjadi di kawasan pegunungan Talenga, wilayah administratif Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Posko utama pencarian dan evakuasi didirikan di Desa Tirta Nagaya.
Penyebab utama terjadinya longsor akibat intensitas hujan yang sangat tinggi, sehingga memicu pergerakan tanah di lereng gunung Talenga.
Menurut Camat Bolano Lambunu, Sodik Hamzah, tim saat ini masih terkendala medan yang sulit dijangkau karena harus menelusuri sungai dan jalan terjal. Dua jenazah korban telah ditemukan, namun belum berhasil dievakuasi karena membutuhkan alat berat.
“Kami bersama Polsek, Danramil, BPBD, dan relawan terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi. Medan sangat berat, dan dua korban yang ditemukan belum bisa kami evakuasi karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau dan jenazah mulai membusuk,” ujar Camat Sodik di Posko Relawan Desa Tirta Nagaya, Senin (23/6/2025).
Sebanyak 20 personel Polri, 7 anggota TNI, 4 petugas Basarnas, serta puluhan relawan dan warga setempat turut bergabung dalam operasi pencarian.
“Kami mendirikan posko secara mandiri, saling bantu dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal. Konsumsi dan logistik kami siapkan bersama masyarakat. Kami harap semua tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat membahayakan,” tambahnya.
Pihak pemerintah kecamatan berkoordinasi dengan Pemda untuk menyiapkan lokasi evakuasi korban dan langkah-langkah lanjutan dalam penanganan bencana ini. (Asri)
Editor : Redaksi