Kebakaran dan Ledakan di Tol Gempol-Pasuruan, 1 Orang Meninggal

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Tampak api menyala membakar Randis Yonif 509 BY/2 Kostrad di KM 774-200 tol Gempol-Pasuruan, pada Senin malam (foto : kiriman warga yang melintas di lokasi kejadian/DnG_beritaformat.com)
Tampak api menyala membakar Randis Yonif 509 BY/2 Kostrad di KM 774-200 tol Gempol-Pasuruan, pada Senin malam (foto : kiriman warga yang melintas di lokasi kejadian/DnG_beritaformat.com)

FORMAT PASURUAN | Sebuah insiden tragis terjadi di KM 774-200 Tol Gempol-Pasuruan pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB. Kendaraan Dinas (Randis) Yonif 509 BY/2 Kostrad yang membawa munisi dan bahan peledak tiba-tiba terbakar dan meledak, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka.

Menurut laporan, kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting listrik pada salah satu Randis yang membawa muatan munisi dan bahan peledak. Ketika api mulai membesar, sopir dan pendamping Randis tersebut melompat keluar dari kendaraan untuk menyelamatkan diri, namun keduanya mengalami cedera serius akibat ketinggian underpass jalan tol.

Korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Serka Untung Avisilia, seorang sopir Randis yang bertugas mengantar muatan munisi dan bahan peledak. Sementara itu, Serma Y.L Dhino Adi S, pendamping Randis, mengalami patah tulang paha kaki kanan dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RS Pusdik Bhayangkara Porong.

Setelah kejadian, pihak berwenang segera mengambil tindakan dengan menutup total lalu lintas tol Gempol-Pasuruan dan Gempol-Malang untuk proses evakuasi dan pengamanan area. Tim Damkar Kabupaten Pasuruan dan Tim Gegana Polda Jatim diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api dan melakukan penyisiran terhadap munisi dan mortir yang berserakan.

"Kami masih melakukan pendataan jumlah dan jenis munisi serta mortir yang terkena dampak ledakan. Prioritas utama kami adalah memastikan area tersebut aman dan tidak ada ancaman lebih lanjut," ujar Kompol Dyan Vicky Sandi, Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim. Selasa (6/5/2025). 

Insiden ini menjadi perhatian serius bagi pihak militer dan kepolisian setempat, mengingat potensi bahaya yang dapat timbul dari bahan peledak yang belum diamankan. Pihak berwenang akan terus melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan ledakan tersebut.

Sementara itu, keluarga korban meninggal dunia telah dihubungi dan diberikan dukungan oleh satuan Yonif 509 BY/2 Kostrad. "Kami turut berduka cita atas kejadian ini dan akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban," kata seorang perwakilan Yonif 509 BY/2 Kostrad.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui detail lengkap kronologi dan dampaknya. (DnG)